Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suharso Monoarfa di sela rapat pimpinan nasional (Rapimnas) PPP di Pullman Hotel, Jakarta, Jumat (15/4). | Nawir Arsyad Akbar/Republika
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suharso Monoarfa di sela rapat pimpinan nasional (Rapimnas) PPP di Pullman Hotel, Jakarta, Jumat (15/4). | Nawir Arsyad Akbar/Republika

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arwani Thomafi mengatakan, partainya tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi pemilihan umum (Pemilu) 2024. Salah satunya dengan menjalin komunikasi dengan partai lain untuk membentuk koalisi.

“Kita kan komunikasi ada yang langsung melalui Pak Ketum, ada juga yang melalui para wakil ketua umum, melalui fraksi. Dari komunikasi yang kita jalin salah satunya ya bagaimana menyiapkan pemilu itu sukses lancar termasuk bagi kami,” ujar Arwani di Jakarta, Jumat (15/4).

Partai Nasdem dan Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi dua partai terakhir yang menjalin komunikasi dengan PPP. Namun ia menyampaikan, hal-hal yang berkaitan dengan koalisi maupun pengusungan calon presiden masih sangat terbuka.

“Koalisi yang pada akhirnya bisa mengusung. untuk dengan siapanya ya belum ya,” ujar Arwani.

Dalam rapat pimpinan nasional (Rapimnas), lanjut dia, agenda utamanya yaitu untuk persiapan penjaringan calon legislatif (caleg) DPR/DPRD dan mendengarkan aspirasi dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) terkait dengan calon presiden 2024. Menurut dia, PPP terbuka dengan semua sosok potensial yang dikabarkan maju di pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Hal yang paling penting bagi partainya yaitu seorang pemimpin yang memiliki visi dan misi yang kuat untuk memimpin Indonesia. “Seorang pemimpin ke depan harus tetap mempunyai visi yang kuat dalam menjaga NKRI, mempertahankan kehidupan keagamaan yang sudah baik ini, tapi juga tidak kalah penting adalah kondisi ekonomi juga penting untuk mengembalikan kedaulatan kita,” ujar Arwani.

Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa mengatakan, terdapat dua agenda dalam Rapimnas tersebut. Pertama adalah konsolidasi yang dilakukan oleh seluruh pimpinan wilayah dan diikuti oleh musyawarah untuk menyiapkan strategi pemenangan.

“Ini dimaksudkan dalam rangka kesiapan kita menghadapi Pemilu 2024 untuk jauh lebih matang dan terencana dengan baik. Nah Pemilu yang kita utamakan di sini adalah pemilu yang pileg,” kata Suharso.

Ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar 4 persen menjadi target minimal dari PPP. Sedangkan target besarnya adalah mengulang kesuksesan Pemilu 2004, ketika partai berlambang Kakbah itu berada di posisi keempat dengan perolehan suara sebesar 9,15 persen atau 9.248.764 suara.

“Pileg ini penting karena untuk mengembalikan elektoral PPP, agar pertama lolos parlementary threshold,” ujar Suharso.

Agenda kedua yaitu merumuskan strategi pemenangan untuk kembali merebut kursi legislatif yang sebelumnya hilang diambil partai lain. Ia menyebut adanya suatu perencanaan yang terukur, sistematis, dan sudah kita laksanakan di seluruh Indonesia.

Langkah pertama yang harus dilakukan dengan membuat daftar nama calon legislatif yang akan maju untuk 2024. Nama-nama tersebut akan dievaluasi dan diberikan bimbingan teknis untuk menjadi anggota dewan di setiap tingkatan.

PPP, jelas Suharso, terbuka dengan sosok manapun yang ingin menjadi calon legislatif dari partainya. Selama dia memiliki tujuan, visi, dan misi yang sama dengan partai berlambang Kakbah itu.

“Siapapun yang punya potensi elektoral, PPP membuka kesempatan itu untuk putra-putri terbaik Indonesia yang mau menjadi calon legislatif. Bahkan calon eksekutif, dalam hal ini adalah (calon) bupati/wali kota,” ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) itu.

Rekomendasikan Anies

Sementara, Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) DKI Jakarta telah merekomendasikan ke DPP PPP untuk mendukung Gubernur DKI Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai presiden dan wakil presiden dalam Pemilu 2024.

Hal ini dibacakan Pelaksana tugas (plt) Ketua DPW PPP DKI Jakarta, Farhan Hasan Al-Amri dalam hasil Rapimwil PPP DKI Jakarta di Hotel Sofyan Jakarta, Kamis (14/4).

Farhan menjelaskan rekomendasi kedua tokoh tersebut muncul karena terbukti berhasil dalam kepemimpinannya sebagai kepala daerah dan memiliki visi keumatan dan kebangsaan yang sejalan dengan visi PPP. “Dan secara aktif melakukan komunikasi politik intensif dengan setiap komponen bangsa untuk terciptanya regenerasi kepemimpinan nasional secara baik,” kata Farhan.

Khusus untuk Anies, lanjut Farhan, rekomendasi tersebut berangkat dari keberhasilan Anies Baswedan yang mampu menekan polarisasi yang sempat terjadi di Jakarta sebagai akibat Pilkada 2017. Selain itu, kedekatan dengan ulama juga menjadi salah satu alasan untuk mendukung Anies Baswedan sebagai capres 2024.

Sementara untuk Khofifah, kata Farhan, PPP memandang layak menjadi calon wakil presiden karena yang bersangkutan mewakili perempuan dan tokoh dari PP Muslimat NU. “Dan tentunya kedekatan Khofifah dengan para ulama, para habib itu luar biasa. Dan kami sangat yakin untuk mencalonkan ibu Khofifah menjadi cawapres,” kata Farhan. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here