Elly Rachmat Yasin

Anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR RI, Elly Rachmat Yasin mendesak Pemerintah mengendalikan harga kedelai yang saat ini merangkak naik. Menurutnya, kenaikan harga kedelai ini membuat para perajin tahu dan tempe di Tanah Air menjerit.
“Kasihan para perajin tahu dan tempe kalau harga kedelai fluktuatif, apalagi melambung tinggi. Kenaikan harga kedelai ini membuat perajin tahu dan tempe sulit mendapatkan untung,” kata Elly dalam keterangan tertulis, Selasa (15/2/2022).

Anggota Komisi VI DPR RI ini pun menekankan kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) agar menetapkan harga kedelai impor yang stabil. Sehingga, tidak ada lagi perubahan atau fluktuasi harga yang mempersulit perajin tahu dan tempe.

Tak hanya itu, Elly juga memberi solusi jangka panjang dengan meminta pemerintah mengurangi ketergantungan pada impor kedelai. Ia berharap adanya langkah sistematis guna meningkatkan produksi kedelai dalam negeri. Harapannya dengan hal ini ketergantungan terhadap impor menjadi berkurang.

“Saatnya sekarang pemerintah mengurangi ketergantungan dengan impor kedelai dan meningkatkan produksi kedelai dalam negeri. Kalau masih tergantung dengan impor, Indonesia tidak bisa mengendalikan harga kedelai,” jelasnya.

Elly menilai ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai masih tinggi. Diketahui, impor kedelai mencapai 80% lebih untuk kebutuhan nasional setiap tahunnya. Sehingga Indonesia menjadi sangat tergantung dengan negara pengekspor.

“Saat harga kedelai di negara pengekspor naik, begitu juga harga kedelai di dalam negeri, sehingga harga kedelai mengalami fluktuasi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, data yang dilaporkan Kemendag menyebutkan harga kedelai pada minggu pertama Februari 2022 mencapai US$ 15,77 per gantang. Harga kedelai dunia ini diperkirakan naik terus hingga Mei 2022, menjadi US$ 15,79 per gantang dan baru akan turun tipis pada Juli 2022 menjadi US$ 15,74 per gantang.

Hal ini menyebabkan harga kedelai di tingkat importir Indonesia pada minggu pertama Februari 2022 tembus Rp 11.240/kilogram. Jika harga kedelai impor tembus hingga Rp 12.000/kilogram, harga tempe diperkirakan bisa naik Rp300 per kg dan harga tahu naik Rp50 per potong. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here