Partai Persatuan Pembangunan
Partai Persatuan Pembangunan

Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada para menterinya, dinilai sebagai suatu kemarahan yang cukup serius.

“Marahnya karena dibarengi dengan teguran beliau terhadap menteri yang mewacanakan penundaan pemilu.”

“Karena terus terang saja wacana penundaan pemilu itu membuat Pak Jokowi merasa diserang, jadi sasaran tembak,” kata Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi kepada wartawan, Jumat (8/4/2022).

Dia menilai wacana menunda Pemilu 2024 tidak berasal dari Jokowi, karena PPP sebagai salah satu partai pendukung pemerintah, tidak pernah diajak bicara soal itu.

Namun, menurut dia, publik justru melihat hal itu justru seolah-olah berasal dari Jokowi, karena wacana tersebut disampaikan oleh para menterinya.

“Tentu Pak Jokowi itu jengah juga mendengarkan hal tersebut.”

“Saya kira apa yang disampaikan Presiden itu mengakhiri polemik sementara ini,” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menteri Kabinet Indonesia Maju tak lagi menggaungkan isu penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Jokowi meminta situasi global yang sedang sangat sulit, disampaikan dengan bahasa rakyat, dan langkah-langkah yang sudah diambil pemerintah dalam menghadapi krisis dan kenaikan inflasi, dijelaskan kepada masyarakat.

“Jangan menimbulkan polemik di masyarakat, fokus pada bekerja dalam penanganan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi.”

“Jangan sampai ada lagi yang menyuarakan mengenai urusan penundaan, urusan perpanjangan, ndak,” tegas Jokowio saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (5/4/2022), dikutip dari laman setkab.go.id.

Jokowi juga meminta para menteri merumuskan dengan baik kebijakan yang terkait dengan kebutuhan pokok.

“Tidak hanya urusan minyak goreng, tetapi dilihat satu per satu urusan beras seperti apa, urusan kedelai nanti akan seperti apa, urusan gandum nanti akan seperti apa.”

“Kalau kerja enggak detail, kerja enggak betul-betul dilihat betul, dan kita ini diam semuanya, enggak ada statement, hati-hati.”

“Dianggap kita ini enggak ngapa-ngapain, enggak kerja. Atau mungkin juga enggak ngapa-ngapain, mungkin enggak kerja.”

“Sekali lagi, merumuskan kebijakan yang tepat, melakukan langkah-langkah dan kepemimpinan yang cepat di lapangan, dan memberikan, sekali lagi, pernyataan yang sangat berempati kepada rakyat,” tutur Jokowi.

Jokowi juga meminta jajarannya hati-hati mengantisipasi arus mudik Lebaran tahun ini, yang bisa berada di luar perkiraan, setelah dua tahun masyarakat dilarang mudik akibat pandemi Covid-19.

“Oleh sebab itu, semua, Kapolri, dibantu TNI, Menteri Perhubungan yang dikoordinasi Pak Menko betul-betul menyiapkan ini.”

“Jangan sampai keliru mempersiapkan jalur mudik yang baik dan bisa meminimalisir kemacetan, dan penumpukan arus mudik maupun arus balik nantinya, harus mulai dihitung betul.”

“Ini bisa, kalau yang saya tangkap di bawah, ini semuanya ini mau mudik semua. Jadi persiapannya juga harus ekstra,” papar Presiden.

Jokowi juga berharap bantuan sosial, baik PKH dan lain-lain, plus BLT minyak goreng, bisa disalurkan secepat-cepatnya sebelum Lebaran tiba.

“Syukur dalam minggu-minggu ini sudah bisa sebagian sudah tersalurkan.”

“Bukan apa-apa, mungkin kita itu enggak merasakan, tapi Rp300 ribu bagi rakyat itu pas mau Lebaran dapat itu, rasanya betul.”

“Saya bisa merasakan betul itu senangnya kalau bisa memegang uang itu, yang bisa dipakai untuk membeli minyak goreng dan kebutuhan-kebutuhan pokok lainnya,” ucap Jokowi.

Jokowi juga mengingatkan kembali, program padat karya jangan dilupakan, terlebih di situasi saat ini, di mana masyarakat memerlukan lapangan kerja yang seluas-luasnya.

“Oleh sebab itu, ini perlu saya ingatkan lagi agar tidak lupa. Dorong industri-industri yang berkaitan dengan pangan, mungkin pakan ternak dalam skala kecil.”

“Dirumuskan juga yang berkaitan dengan cold storage yang bisa di-cold storage logistik, yang bisa dipakai untuk menyimpan makanan dalam, bahan pangan dalam waktu yang sangat panjang.”

“Kemudian, yang berkaitan dengan investasi. Perlu saya ingatkan lagi, insentif untuk industri-industri yang padat pekerja itu, tolong diberikan ruang yang sebesar-besarnya.”

“Industri yang berkaitan dengan substitusi impor atau TKDN, berikan ruang yang seluas-luasnya dalam rangka yang di depan tadi sudah saya sampaikan,” perintah Jokowi. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here