SEREMONIAL: Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani didampingi Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Pacul (kiri) dan Ketua DPC PDI Perjuangan Wonogiri Joko Sutopo letakkan batu pertama pembangunan kantor DPC PDI Perjuangan Wonogiri, kemarin (26/4). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
SEREMONIAL: Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani didampingi Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Pacul (kiri) dan Ketua DPC PDI Perjuangan Wonogiri Joko Sutopo letakkan batu pertama pembangunan kantor DPC PDI Perjuangan Wonogiri, kemarin (26/4). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Dalam kunjungan kerja (kunker) ke Wonogiri, Selasa (26/4), Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani melakukan peletakan batu pertama pembangunan kantor DPC PDI Perjuangan Wonogiri.

Ketua DPC PDI Perjuangan Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, gedung itu dibangun atas hasil semangat gotong royong keluarga besar PDI Perjuangan Wonogiri. “Pembangunan diperkirakan selesai lima bulan,” jelasnya.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Wonogiri Setyo Sukarno menambahkan, pembangunan gedung DPC PDI Perjuangan Wonogiri menelan biaya Rp 3,6 miliar. Kantor lama tetap menjadi aset partai dan kegiatan dialihkan ke kantor baru.

Di hari yang sama, Puan juga meresmikan fasilitas air bersih di Desa Gendayakan, Kecamatan Paranggupito. “Ini salah satu hal yang bermanfaat yang bisa kami lakukan untuk rakyat,” terang Puan.

Diakui ketua DPR RI itu, masyarakat Jateng kental dengan budaya gotong royong dan saling menyayangi. Maka kembali ke akar Indonesia, sehingga dapat memilih pemimpin yang benar-benar mencintai Indonesia dan bisa diajak bergotong royong.

Sementara itu, Joko Sutopo sangat bangga dengan kedatangan Puan yang turut menyapa masyarakat di Desa Gendayakan, Kecamatan Paranggupito. Sudah puluhan tahun mereka kesulitan air bersih. Namun, atas perintah Puan, ada solusi kekeringan.

Ditambahkan ketua DPC PDI Perjuangan Wonogiri, di bawah kepemimpinan Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto (Bambang Pacul), semua kader solid bergerak dalam satu barisan. Perolehan kursi PDI Perjuangan di DPRD Wonogiri yang semula 13 kursi, kini menjadi 28 kursi.

Lalu pada pilkada 2020, Joko Sutopo kembali terpilih menjadi bupati bersama wakilnya Setyo Sukarno yang juga dari PDI Perjuangan.

Pada Pemilu 2024, Joko Sutopo menargetkan minimal mendapatkan 38 kursi di DPRD Wonogiri maksimal 42 kursi. Meski tugas yang berat, dia meyakini, saat dipimpin Puan Maharani dan Bambang Pacul, semua bisa diberi kemudahan.

“Itu bisa terjadi saat kita solid, solid, dan solid,” timpal Puan. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here