Anggota DPRD komisi D sekaligus Kepala Baguna PDIP DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth dalam acara konsolidasi internal partai PDI-P terhadap penyakit hepatitis, Jumat (6/5/2022). (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)
Anggota DPRD komisi D sekaligus Kepala Baguna PDIP DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth dalam acara konsolidasi internal partai PDI-P terhadap penyakit hepatitis, Jumat (6/5/2022). (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta agar lebih waspada dan sigap menghadapi penyebaran penyakit hepatitis akut misterius.

“Di samping itu, tetap melakukan upaya pengendalian Covid-19 dengan mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” kata Kenneth dalam keterangannya, di Jakarta, Sabtu.

Legislator PDIP itu menyebutkan upaya tahap awal adalah dengan cara melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta harus melibatkan seluruh elemen dalam sosialisasi dan mengedukasi tentang hepatitis akut misterius ini kepada masyarakat agar bisa menghentikan berkembangnya penyakit tersebut.

“Termasuk seluruh unsur yang terlibat sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang ada di tengah masyarakat,” kata kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan DKI Jakarta, itu.

Lalu, lanjut dia, Pemprov DKI harus bisa memberikan perlindungan awal bagi masyarakat yang rentan dengan membantu ketersediaan vitamin, dan makanan bergizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, batita, balita, lansia dengan kategori ekonomi lemah.

“Pemprov DKI harus lebih waspada dan berikan upaya perlindungan kepada masyarakat rentan Jakarta seperti memberikan vitamin dan makanan yang bergizi. Dan saya imbau harus disiplin menerapkan PHBS,” tuturnya.

Ketua Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI (IKAL) PPRA Angkatan LXII itu berpesan apabila masyarakat menemui gejala yang mengarah ke hepatitis pada anak, segera periksa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, agar bisa dilakukan observasi dan tindakan.

Dia juga meminta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Jakarta untuk siap dan sigap dalam menangani pasien yang mengalami gejala hepatitis akut tersebut serta segera melaporkan ke Dirjen P2P Kemenkes RI melalui Dinkes DKI Jakarta.

“Saya minta fasilitas kesehatan harus menangani langsung bagi masyarakat yang mempunyai gejala-gejala seperti terjangkit hepatitis, jangan bertele-tele dan mempersulit,” kata Hardiyanto Kenneth.

Sebelumnya, hepatitis akut misterius di dunia yang menyasar anak-anak telah masuk di Indonesia, hingga merenggut nyawa tiga anak usia dua sampai 11 tahun yang dirawat di RSUPN Ciptomangunkusumo Jakarta.

Kemenkes mengungkapkan bahwa pihak kementerian dan dinas di daerah tengah melakukan investigasi kontak untuk mengetahui faktor risiko terhadap tiga kasus tersebut.

Kemenkes pun telah mengeluarkan surat edaran (SE) tentang kewaspadaan terhadap penemuan kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya.

Sementara, WHO pertama kali menerima laporan pada 5 April 2022 dari Inggris Raya mengenai 10 kasus hepatitis akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis of Unknown aetiology), pada anak-anak usia 11 bulan-5 tahun pada periode Januari hingga Maret 2022 di Skotlandia Tengah. (antara/jpnn) [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here