Susi Pudjiastuti

Lembaga Survei KedaiKOPI menyebut koalisi PDI Perjuangan (PDIP) dengan Partai Gerindra akan memenangi Pilpres 2024.

Hal tersebut dikarenakan elektabilitas kedua parpol itu menempati urutan teratas dari hasil survei.

Pendiri KedaiKOPI Hendri Satrio pun langsung memberikan tantangan kepada partai lainnya.

“Siapa berani lawan Koalisi PDI Perjuangan – Gerindra di 2024?,” ujar akademisi ini melalui akun Twitter @satriohendri, Senin, 14 Februari 2022.

Cuitan tersebut langsung mendapat tanggapan dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melalui akun @susipudjiastuti.

“Yang lain kelaut saja,” ujarnya.

Sementara itu Hasil survei terbaru dari lembaga lain, Trust Indonesia Research & Consulting menunjukkan elektabilitas partai politik tertinggi diperoleh PDI Perjuangan (PDIP) dengan 21,8 persen.

Setelahnya, posisi PDIP disusul oleh Partai Gerindra dengan 17,3 persen dan Partai Golkar sebesar 10,6 persen.

“Tingkat elektabilitas partai politik tertinggi hari ini diraih oleh PDIP 21,8 persen disusul Partai Gerindra 17,3 persen dan Partai Golkar 10,6 persen,” ujar Direktur Eksekutif Trust Indonesia Research & Consulting Azhari Ardinal, Senin, 31 Januari 2022.

Sedangkan, hasil popularitas partai politik tertinggi diperoleh oleh Partai Golkar dengan 93,9 persen menggungguli PDIP yang hanya meraih 92,3 persen.

Azhari lebih jauh menyampaikan bahwa tingkat kedisukaan tertinggi diraih oleh partai Demokrat dengan 66,8 persen, disusul oleh partai Gerindra, 65,9 persen dan partai Golkar 61, 5 persen.

Dalam survei itu, ia mengungkapkan, alasan utama responden memilih partai politik adalah lantaran sudah terbiasa memilih partai dan sejak dulu sebanyak 23,4 persen.

“Pengaruh tokoh agama atau masyarakat sebesar 10,7 persen,” paparnya.

Tidak hanya itu, menurutnya alasan lain responden pindah dalam memilih partai politik karena keberadaan tokoh partai lain yang disukai sebanyak 22,8 persen.

“Dan biasanya partai yang sebelumnya dipilih tidak menempati janji dengan 16,6 persen,” paparnya.

Azhari juga menjelaskan hasil survei tersebut dilakukan secara luring dalam rentang waktu 10 hari pada tanggal 3-12 januari 2022.

Survei ini juga mengambil 1200 responden dengan perbandingan 50:50 untuk laki-laki dan perempuan.

Sedangkan, metodologi yang digunakan adalah multistage sampling dengan toleransi kesalahan atau margin of error sebesar 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populasi survei ini adalah warga negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di 34 provinsi dan telah mempunyai hak pilih yaitu berusia 17 tahun ke atas.[Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here