Foto bersama para narsum diskusi peran Sabam Sirait dalam politik dan kebebasan pers di Senayan, Jakarta, Kamis, 24 Maret 2022. (gambar: tangkapan layar)
Foto bersama para narsum diskusi peran Sabam Sirait dalam politik dan kebebasan pers di Senayan, Jakarta, Kamis, 24 Maret 2022. (gambar: tangkapan layar)

Mendiang politisi PDI Perjuangan Sabam Sirait Diusulkan untuk menjadi pahlawan nasional. Usulan tersebut mengemuka dalam diskusi gelaran Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) yang membedah buku berjudul ‘Sabam Sirait: Kebebasan Pers dan Relevansinya Kini’ di Senayan, Jakarta, Kamis (24/3/2022).

Pantauan GoNEWS.co dari siaran daring, hadir dalam diskusi tersebut sejumlah narasumber seperti Anggota DPR RI Andreas Hugo Pereira, Eks. Pemred Majalah Tempo Bambang Harymurti, peliput senior di DPR Andus Simbolon dan sejumlah wartawan senior lain di KWP.

Dalam kesempatan itu Andreas yang juga merupakan politisi PDIP menyatakan dukungan penuh agar mendiang Saham Sirait ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Andreas yang juga seorang dosen ini mengungkapkan, sepak terjang Sabam selama bertugas memperjuangkan aspirasi rakyat di Senayan menjadi alasan bahwa Sabam layak menyandang predikat prestisius sebagaimana diusulkan.

“Kita dukung penuh supaya usulan Bang Saham sebagai Pahlawan Nasional bisa sampai pada keputusan dan terealisasi,” kata Andreas.

Dari perspektif jurnalis, menurut Andus, Sabam memang layak menjadi pahlawan nasional karena terbukti punya peran dalam mendukung kebebasan pers selama Ia hidup. Memori kelam pembredelan pers era Orba, diulas Andus dalam kesempatan tersebut.

“Pak Sabam itu menolak tegas pembredelan itu,” kata Andus yang kerap dipanggil Hula-Hula oleh Sabam semasa Sabam bertugas di Senayan.

Senada dengan Andus, wartawan senior yang juga dikenal sebagai pendiri Aji Toska Santosa berpandangan bahwa mendiang Sabam sangat layak mendapat gelar pahlawan nasional. Toska merasakan sendiri peran Sabam dalam mendukung kebebasan pers, utamanya ketika Sabam bersaksi mendukung Toska kala majalah yang didirikan Toska tanpa SIUP harus mengalami masalah hukum. Tak hanya merasa tertolong karena kesaksian Sabam, Toska juga sempat menjadikan rumah dinas Sabam sebagai tempat persembunyian kala Ia buron dalam kasus tersebut.

“Saya kira kalau ada gagasan untuk menjadikan Pak Saham sebagai Pahlawan Nasional saya sangat mendukung. Beliau layak,” kata Toska.

Diskusi yang dimoderatori oleh Yayan Sopyani itu ditutup dengan foto bersama pose angkat sebelah tangan sebagai simbol persamaan tekad memperjuangkan Sabam sebagai pahlawan nasional. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here