Senam Indonesia Cinta Tanah Air (Sicita) yang diperagakan oleh ratusan kader dan simpatisan Partai PDI Perjuangan Kabupaten Gianyar di Alun-Alun Kota Gianyar, Jumat (20/5) pagi.
Senam Indonesia Cinta Tanah Air (Sicita) yang diperagakan oleh ratusan kader dan simpatisan Partai PDI Perjuangan Kabupaten Gianyar di Alun-Alun Kota Gianyar, Jumat (20/5) pagi.

Instruksi DPP kepada DPD dan DPC PDI Perjuangan Kabupaten/Kota Se- Indonesia untuk menggelar Senam Indonesia Cinta Tanah Air (Sicita) terwujud di Bali.

DPC PDI Perjuangan di kabupaten show of force menggelar Sicita, melibatkan ratusan kader dan simpatisan. Sicita dalam rangka HUT PDI Perjuangan ke 49 dan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2022 ini, juga merupakan aksi pemecahan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia).

Di Tabanan, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan menggelar Sicita melibatkan 2.800 orang, yang dilaksanakan secara hybrid (offline dan online). Sementara pelaksanaan senam secara langsung dipusatkan di Taman Bung Karno, Kawasan Taman Kota Tabanan. “Yang ikut kira-kira 2.800 orang, karena desa dan kecamatan di Tabanan melaksanakan serentak di tempat masing-masing,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Tabanan Komang Gede Sanjaya, Jumat (20/5).

Sicita adalah sebuah gerak senam dan musik yang diciptakan oleh Panitia HUT ke-49 PDI Perjuangan, berkolaborasi dengan Universitas Negeri Jakarta awal Januari 2022. Sicita telah dicanangkan sebagai senam wajib oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Sanjaya berharap lewat Sicita ini semua usia bisa mengikuti. Sebab Menteri Kesehatan (Menkes) dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sudah mengakui Sicita memberikan manfaat yang sangat baik untuk kesehatan, bisa dilakukan seluruh masyarakat baik usia tua, muda dan anak-anak serta diringi musik yang dinamis, nasionalis dan kental dengan unsur daerah Nusantara. “Sicita ini semacam olahraga dan bisa membuat badan sehat,” kata politisi senior yang juga Bupati Tabanan ini.

Sanjaya mendorong agar setiap Jumat pagi, pegawai, staf desa dan kecamatan di Pemkab Tabanan melaksanakan Sicita. “Sicita, selain menyehatkan ada pesan kebangsaan untuk menjaga persatuan Nusantara,” ujar Wakil Bupati Tabanan periode 2010-2015 dan 2015-2020 ini.

Sementara DPC PDI Perjuangan Klungkung gelar Sicita di depan Monumen Ida Dewa Agung Jambe. Sicita dipimpin langsung Ketua DPC PDI Perjuangan Anak Agung Gde Anom alias Gung Anom, yang notabene Ketua DPRD Klungkung. Hadir juga Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta selaku kader partai, jajaran Fraksi PDI Perjuangan Klungkung.

Ketua DPC PDI Perjuangan Klungkung Gung Anom mengatakan selain mendukung pemecahan rekor MURI Indonesia ini, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Klungkung juga mengikuti kompetisi Gebyar Sicita yang mencakup tiga katagori, yakni katagori kader, katagori umum dan katagori pelajar/mahasiswa. “Dalam babak kualifikasi hasilnya sudah kita kirim ke Panitia HUT pada beberapa waktu lalu,” ujar Gung Anom.

Sementara Sicita di Kabupaten Gianyar digelar di Alun-Alun Kota Gianyar, Jumat (20/5) pagi. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Gianyar Ketut Sudarsana mengatakan Sicita akan diusulkan ke Pemkab Gianyar, agar dapat diagendakan setiap Jumat pagi, diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Gianyar.

“Kita akan usulkan ke Bupati Gianyar (Made Agus Mahayastra) agar Sicita bisa menyebar ke seluruh desa. Ibu PKK, Sekaa Teruna. Paling tidak senam ini membumi di setiap lapisan masyarakat di 500 Banjar di Gianyar, karena senam ini baik sekali,” ujar politisi yang akrab disapa Tut Sana ini.

Meski Sicita diciptakan dan sudah dipatenkan menjadi hak milik Partai PDI Perjuangan, namun penggunaannya bisa dilakukan oleh siapa saja. “Bagus gerakannya dan terkesan semangat persatuan Indonesia luar biasa. Nasionalis dari segi gerak musik. Karena semua lagu nasional masuk, cocok untuk anak sekolah. Memang sudah dipatenkan PDI Perjuangan, namun ini bisa dipakai seluruh lapisan masyarakat,” terang politisi asal Kecamatan Sukawati ini. *des,wan,nvi [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here