Jurubicara PDI Perjuangan Deddy Yevri Hanteru Sitorus/Net
Jurubicara PDI Perjuangan Deddy Yevri Hanteru Sitorus/Net

PDI Perjuangan membantah klaim Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut wacana penundaan Pemilu juga mendapat dukungan dari pemilih partai banteng moncong putih.

Menyikapi hal tersebut, Jurubicara PDI Perjuangan Deddy Yevri Hanteru Sitorus menyampaikan, jika pernyataan Luhut benar bahwa rakyat menginginkan Jokowi tiga periode, maka hal itu merupakan pelecehan terhadap konstitusi yang mengamanahkan presiden hanya boleh dua periode.

“Kalaupun rakyat yang mau, tidak serta merta kita mengubah konstitusi. Itu tidak baik bagi konstitusi kita. Kalau kemudian orang berkuasa sesuka hatinya untuk otak atik konstitusi itu berarti pelecehan terhadap konstitusi dan itu bertentangan dengan UU,” ujar Deddy kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (13/3).

Anggota komisi VI DPR RI ini menambahkan, aspirasi yang menghendaki Jokowi tiga periode atau memperpanjang jabatannya sebagai presiden merupakan bentuk pengkhianatan terhadap reformasi.

“Walaupun rakyat mau semua juga konstitusi bisa diubah, itu mengkhianati amanat reformasi. Karena reformasi kita mengamanatkan adanya sirkulasi pemimpin yang teratur melalui sebuah pemilu yang Jurdil,” katanya.

Anggota Komisi VI DPR RI ini menegaskan, PDIP tetap konsisten berpedoman dengan pernyataan Presiden Jokowi yang menolak keras wacana penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan tiga periode.

Selain itu, dikatakan Deddy, PDI Perjuangan akan konsisten dengan amanah konstitusi.

“Kalau sikap kita jelas dan sangat lugas berkali-kali kita itu senafas dengan pendapat Pak Jokowi. Pak Jokowi selalu bilang yang mengusulkan tiga periode itu orang yang cari muka, menampar mukanya atau menjebak presiden dan itu kita sepakat dan itu yang kita suarakan terus menerus,” tutupnya. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here