Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membawa tanah Kampung Akuarium ke IKN Nusantara sebagai simbol pembangunan IKN di Kalimantan Timur, Minggu (13/3/2022) (Sumber: Dok. Facebook Anies Baswedan)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membawa tanah Kampung Akuarium ke IKN Nusantara sebagai simbol pembangunan IKN di Kalimantan Timur, Minggu (13/3/2022) (Sumber: Dok. Facebook Anies Baswedan)

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan Gembong Warsono, mengomentari keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, membawa tanah dari Kampung Akuarium, Jakarta Utara, ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Anies mengatakan alasan ia membawa tanah dari Kampung Akuarium untuk menghadirkan harapan bahwa pembangunan kota baru yang akan dijadikan ibu kota ini tidak memarjinalkan rakyat kecil.

“Apa enggak sebaliknya yang dilakukan? Karena kan selama ini mereka hanya seolah-olah berpihak kepada rakyat kecil,” kata Gembong kepada wartawan, Senin (14/3/22).

Ia memberi contoh, eksekusi program hunian DP 0 rupiah yang disebutnya tidak menyentuh rakyat kecil.

“Karena faktanya kan dalam eksekusi program tidak ada yang menyentuh rakyat kecil, contohnya DP 0 rupiah dengan angka 400 juta itu, apakah itu berpihak pada rakyat kecil misalkan?” kata dia.

Selanjutnya, lanjut dia, ada program pengentasan banjir yang juga seolah berpihak pada rakyat kecil karena tidak melakukan penggusuran.

“Seolah-olah kan, tapi kan membiarkan rakyat kecil terendam banjir, apakah itu berpihak?” tanya dia lagi.

Sebelumnya, Anies berharap tanah dari Kampung Akuarium dapat menghadirkan harapan bahwa pembangunan kota baru yang akan dijadikan ibu kota ini tidak memarjinalkan rakyat kecil.

“Tanah dari Kampung Aquarium menghadirkan harapan bahwa pembangunan kota baru yang akan dijadikan ibu kota ini hendaknya tidak memarjinalkan rakyat kecil dan justru nyata-nyata akan memberikan kemajuan dan kebahagiaan bagi semua, khususnya rakyat kebanyakan,” tulis Anies pada akun Instagramnya @aniesbaswedan, Minggu.

Menurut Anies, Indonesia memang digagas oleh kaum terdidik, tapi diperjuangkan dan dipertahankan oleh seluruh rakyat yang namanya tidak tertulis di buku sejarah.

Kampung Akuarium dulu pernah digusur pada 2016 untuk membangun tanggul laut agar menghalau banjir rob saat Jakarta dipimpin Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Namun, Anies kembali membangun kampung tersebut dengan membuat kampung susun yang sudah ditempati warga sejak akhir 2021.

“Kembalinya kehidupan masyarakat di Kampung Aquarium menjadi simbol atas kembalinya kita kepada cita-cita dasar pendirian republik ini, yaitu untuk melindungi setiap tumpah darah dan untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tulis Anies.

Diketahui, Presiden Joko Widodo memerintahkan setiap gubernur untuk membawa tanah dan air dari provinsinya masing-masing ke Kalimantan Timur sebagai simbol pembangunan IKN baru, Minggu kemarin.

Air dan tanah dari tiap provinsi kemudian dimasukkan ke dalam kendi bernama Kendi Nusantara yang terbuat dari tembaga. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here