Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

Partai NasDem menilai survei soal Anies Baswedan menjadi calon presiden pilihan warga DKI Jakarta tidak bisa menggambarkan kondisi secara nasional. Dalam survei Populi Center, Anies mengantongi elektabilitas tertinggi sebagai calon presiden dengan 34,8 persen. Mengalahkan nama-nama tokoh lain seperti Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Sandiaga Uno hingga Ridwan Kamil.

“Ini (survei) tidak memberikan gambaran nasional, belum bisa dikatakan seperti itu,” kata Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali kepada merdeka.com.

Menurut Ali, elektabilitas seseorang juga ditentukan dengan demografi sebuah wilayah. Untuk itu, dia melihat elektabilitas tinggi Anies tersebut adalah hasil dari capaian kerja di Jakarta dan apresiasi dari warga.

“Saya melihat unggulnya Anies di DKI hasil prestasi kerja. Hal biasa saja karena memang sedang menjabat karena pada sisi ini warga dki memberikan apresiasi,” tegas Ali.

Untuk mencapai level nasional, kata Ali, Anies harus mencari cara untuk mendapatkan suara seluruh Indonesia. Sebab, Anies telah memiliki modal bagus dari Jakarta.

“Kalau Anies modal jadi Capres dia harus berpikir,” ujar Ali.

Dalam survei Populi Center, menampilkan simulasi 10 tokoh calon presiden, Anies Baswedan memiliki elektabilitas sebesar 34,8 persen. Berada di urutan paling atas di antara tokoh lainnya.

Posisi kedua ditempati oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan elektabilitas 18,2 persen. Sementara Ketua Umum Gerindra dan Menhan Prabowo Subianto berada di posisi ketiga dengan elektabilitas 14 persen.

Selanjutnya muncul nama politikus Gerindra dan Menparekraf Sandiaga Uno dengan elektabilitas 6,7 persen. Diikuti oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 6,2 persen.

Sementara Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono berada di posisi keenam dengan elektabilitas 4,3 persen. Muncul juga nama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan elektabilitas 4,2 persen.

Kemudian ada nama Erick Thohir dengan elektabilitas 3,7 persen. Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto berada di posisi bawah dengan angka elektabilitas 1,5 persen. Ketua DPR dan politikus PDIP Puan Maharani memiliki elektabilitas 0,5 persen.

Responden yang belum memutuskan sebanyak 5 persen dan menolak menjawab 1 persen.

Survei yang dirilis Populi Center pada Rabu (9/2), digelar pada 26 Januari-1 Februari 2022. Survei memiliki 600 responden warga DKI Jakarta yang dipilih secara acak bertingkat. Survei memiliki margin of error sebesar 4 persen. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here