Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Gus Muhaimin. (Foto: istimewa)
Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Gus Muhaimin. (Foto: istimewa)

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memastikan siap mengikuti pemilu kapan pun diselenggarakan baik 2024 maupun ditunda. Bahkan, PKB optimistis Ketua Umum Muhaimin Iskandar atau Cak Imin bakal menjadi presiden pada 2024.

“PKB sangat siap. Pemilu diundur 2027, siap. Pemilu tetap 2024, PKB lebih senang, karena akan makin cepat pula bagi PKB memiliki Presiden RI 2024-2029 yakni H. Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin,” kata Wakil Sekjen PKB Luqman Hakim di Jakarta, Sabtu (5/3/2022).

Luqman menegaskan PKB sangat taat pada konstitusi, termasuk penyelenggaraan pemilu yang diatur lima tahun sekali. Usulan Cak Imin soal penundaan pemilu, katanya, untuk menyuarakan aspirasi dari sebagian masyarakat yang menginginkan momentum kebangkitan ekonomi pascapandemi Covid-19 tidak terganggu oleh Pemilu 2024.

“Kalau standing position PKB sendiri sejak semula jelas, yakni taat konstitusi dan gembira menjalankan demokrasi yang dalam hal ritual pemilu, sudah jelas lima tahun sekali. Dan dengan demikian pemilu berikutnya yang harus diselenggarakan adalah tahun 2024 yang akan datang,” tegas Luqman.

Sebelumnya, Cak Imin juga sudah menyatakan kesiapannya melanjutkan kepemimpinan Presiden Jokowi. Cak Imin menegaskan PKB memiliki jejak perjuangan serta kekuatan untuk mengelola bangsa ini dengan baik.

“PKB amat sangat siap memerintah dan memperbaiki kekurangan dan kesempatan untuk menyempurnakan. Pak Jokowi telah istikamah dengan infrastruktur, monumen pembangunan fisik, kita siap menyempurnakan dengan kualitas SDM yang unggul dan siap bersaing dengan negara mana pun,” ujar Cak Imin di acara rapat koordinasi (Rakor) PKB se-Sulawesi dan Kalimantan di Kota Makassar, Selasa (1/3/2022).

Cak Imin menyebut PKB memiliki potensi besar sebagai partai politik. Menurutnya, PKB lahir dan tumbuh menjadi partai besar lantaran memiliki basis suara yang bersumber dari arus bawah dan arus atas sekaligus.

“PKB ini punya basis pendukung bukan hanya dari atas, tapi juga pendukung dari bawah. Kalau sahabat-sahabat tahu lahirnya sebuah teori induksi dan deduksi, teori muncul dari yang sudah dipraktikkan dari atas, tapi yang ada juga teori yang muncul dipraktikkan dan berkembang dari arus bawah,” kata Cak Imin.

Dengan modal suara basis atas dan bawah yang kuat itu, Cak Imin menuturkan PKB hingga kini bisa tetap eksis dan punya daya keberlangsungan yang kokoh dan efektif dalam kancah perpolitikan nasional.

“Banyak subjek politik dan tokoh politik yang hanya punya kekuatan atas saja sehingga politik hanya digunakan untuk kepentingan dirinya. Tetapi kita PKB karena berangkat dari suara bawah dan juga tumbuh dari atas makanya kita tetap kuat dan dikontrol oleh akar rumput,” jelas dia.

Menurut Cak Imin, kekuatan seperti itu jarang dimiliki oleh partai politik lain. Dia juga menyinggung banyaknya perilaku politik yang dipraktikkan di Indonesia justru tanpa didasari ideologi partai politik.

“Perilaku politik tanpa partai politik relatif tidak bisa dipertanggungjawabkan secara institusi. PKB dibangun dari suara bawah karena PKB adalah kristalisasi, akumulasi perkembangan yang tumbuh di bawah. Mulai dari kultur Aswaja, kultur santri, kultur pesantren dan juga tradisi-tradisi yang mengakar,” kata Cak Imin. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here