Partai Kebangkitan Bangsa
Partai Kebangkitan Bangsa

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar program kajian kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jamaah karya Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari menjelang buka puasa sepanjang Ramadan 2022. Program ini rutin digelar untuk melestarikan tradisi islam Nusantara sekaligus mempelajari perjuangan dan pemikiran Mbah Hasyim (Hasyim Asy’ari).

Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka secara virtual oleh Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) dari Madinah. Sementara, pengkajian kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jamaah dilakukan oleh KH Muhammad Nur Hayid, KH Abdussalam Shohib, Nyai Hj Hindun Anisah dan Nyai Hj Badriyah Fayumi.

“Saya senang bisa ikut langsung dan membuka kajian kitab risalah karya Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, semoga kajian ini tidak hanya menambah ilmu, tapi juga keberkahan bagi kita semua dan diakui menjadi santri Mbah Hasyim,” ujar Muhaimin dalam keterangan tertulis, Kamis (7/4/2022).

Muhaimin menjelaskan ada tiga kategori santri Mbah Hasyim (Hasyim Asy’ari). Pertama, setiap orang yang meneruskan perjuangan Nahdlatul Ulama (NU). Ia mengutip pesan Mbah Hasyim bahwa siapa pun yang menjaga NU, maka dijamin akan menjadi santri beliau dan didoakan husnul khatimah.

Kategori kedua adalah santri yang memang pernah mengaji di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, secara langsung maupun sampai pada generasi hari ini. Muhaimin mengatakan salah satu contoh santri kategori ini adalah Sekjen DPP PKB Hasanuddin Wahid yang pernah menjadi santri di Tebuireng meski tidak secara langsung berguru kepada Mbah Hasyim.

“Ketiga, santri kayak kita hari ini, yang ikut mendengarkan, mengkaji dan memahami kitab-kitab karya Hadratussyaikh adalah termasuk jenis santri virtual. Virtual itu tidak hanya melalui internet, tetapi langsung (ngaji) bersama beliau,” ungkapnya.

Ia turut mendoakan seluruh peserta kajian kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jamaah, baik dari pengurus DPP PKB, DPC dan juga seluruh kader yang mengikutinya diakui menjadi santri Mbah Hasyim.

“Mudah-mudahan kita semua termasuk santri yang kayak Sekjen itu, santri langsung karena pernah mondok di sana, ikut kajian kitab beliau tetapi juga ikut memperjuangkan NU. Semoga terus istiqomah berjuang, baik di pemerintahan, di pendidikan, ekonomi, peradaban bangsa dan juga dunia,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan serupa terus dilanjutkan pasca-Ramadan. Selain mengkaji karya-karya yang lain, ia mendorong setiap kader PKB mampu menggali dan mengimplementasikan jejak pemikiran Mbah Hasyim di berbagai bidang.

“Saya harap pasca-Ramadan dilanjutkan dengan kajian-kajian kitab lainnya pemikiran, kalau perlu kita gali mazhab ekonomi beliau yang sebetulnya sudah tercermin dalam UUD 1945 yang itu dirumuskan oleh Kiai Wahid Hasyim yang mewakili Mbah Hasyim,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPP PKB bidang Pendidikan dan Pesantren KH Yusuf Chudlori menyambut baik program kajian kitab Mbah Hasyim. Ia berharap program tersebut membawa maslahat dan manfaat bagi PKB dan seluruh kadernya.

“Kami selaku bidang pesantren mengucapkan terimakasih kepada ketum memberikan supportnya, dan pengurus DPP DPC yang telah ikut yang meramaikan kajian sore hari ini, kita berharap ngaji ini membawa maslahat dan manfaat bagi PKB dan kita sekalian,” pungkasnya. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here