Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. (Net)
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. (Net)

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dinilai sulit untuk dilengserkan dari kursi ketua umum.

Pasalnya, sampai saat ini belum ada sosok yang layak menggantikannya di posisi orang nomor satu di PKB itu.

Begitu disampaikan peneliti politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Raharjo Jati, saat diwawancara Info Indonesia, Jumat (20/5/2022).

“Saya pikir Cak Imin masih layak terlebih belum ada lagi tokoh-tokoh lain yang mampu menyaingi di internal partai,” kata Wasisto.

Wasisto juga menyarankan kepada Cak Imin untuk memperbaiki hubungannya dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Karena, suara PKB tidak terlepas dari dukungan yang diberikan PBNU.

“Saya kira ada baiknya Cak Imin dan Gus Yahya melakukan islah sehingga kedua organisasi ini harmonis,” jelas Wasisto.

Dia mengatakan, agar polemik antara PKB dan PBNU tidak meluas. Cak Imin perlu melakukan sowan kepada elit NU termasuk kepada warga Nahdliyyin. Menurutnya, selama ini Cak Imin belum bisa mewakili suara dari PBNU.

“Relasi cak imin dan PBNU perlu menemukan titik kesepahaman yang sama terutama mengenai penyaluran politik Nahdliyyin,” jelas Wasisto.

Terkait pernyataan Cak Imin yang kerap menimbulkan kontroversial di ruang publik, kata Wasisto, itu merupakan bagian dari strategi politik.

“Berbagai perrnyataan kontroversial itu mungkin hanya strategi politik agar menarik perhatian publik,” pungkas Wasisto. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here