Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (Hendra Eka/JawaPos.com)
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (Hendra Eka/JawaPos.com)

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mengeluhkan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan karena membicarakan sesuatu yang bukan kewenangannya.

Mulyanto menyebut Luhut tidak sepatutnya bicara soal rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan gas elpiji 3 kg. Pasalnya masalah itu bukan urusannya sebagai menko marves. Ditambah lagi wacana itu belum pernah dibahas di DPR.

“Pernyataannya membuat resah dan meneror masyarakat dengan serentetan ancaman kenaikan harga-harga sumber energi kebutuhan sehari-hari mereka,” ujar Mulyanto kepada wartawan, Sabtu (2/4).

“Apalagi kalau gas elpiji3 kg dan Pertalite juga ikut dinaikan, yang merupakan hajat hidup orang banyak. Padahal Menteri Keuangan, Sri Mulyani, sendiri bilang tidak akan menaikan harga energi yang membuat market shock,” tambahnya.

Mulyanto mengatakan Luhut offside dan kebablasan membahas masalah ini. Harusnya yang bicara seperti ini adalah Menteri Energi Sumber Daya Mineral Indonesia (ESDM) Arifin Tasrif atau Menteri Keuangan Sri Mulyani sesuai dengan kapasitas dan portofolio kementeriannya.

Menurut Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, yang disampaikan oleh Luhut Binsar Pandjaitan juga dapat membuat resah masyarakat dengan kenaikan Pertalite dan gas 3 kg. Pasalnya saat ini masyarakat memasuki Ramadan, di mana berbagai harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan.

“Presiden Jokowi sudah sepantasnya mengingatkan Pak Luhut ini. Agar jangan terlalu banyak mengobral berbagai ancaman kenaikan harga kebutuhan pokok yang akan membuat masyarakat resah. Karena masyarakat masih kesulitan dengan beban yang ada,” tegasnya.

Mulyanto menuturkan, saat ini kelangkaan minyak goreng saja belum selesai. Lalu kelangkaan Solar dan Pertalite. Ini semua semakin menekan kehidupan harian mereka dengan stetmen yang disampaikan oleh Luhut tersebut. “Sementara daya beli masyarakat belum pulih benar, karena terdampak pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan sinyal kenaikan harga BBM jenis Pertalite hingga gas elpiji 3 kilogram.

“Overall (secara keseluruhan) akan terjadi (kenaikan) nanti Pertamax, Pertalite, kalau Premium belum. Juga gas yang 3 kg (akan naik). Jadi bertahap, 1 April, nanti Juli, bulan September, itu nanti bertahap akan dilakukan oleh pemerintah,” kata Luhut.

Luhut mengatakan pemerintah akan melakukan perhitungan dengan cermat dan melakukan sosialisasi terkait rencana kenaikan tersebut. Meski demikian, ia tak menjelaskan lebih lanjut soal rencana tersebut.

Soal kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax, ia juga menjelaskan banyak negara sudah menaikkan harga BBM mereka. Hal itu terjadi akibat kelangkaan minyak mentah karena konflik Rusia-Ukraina serta kelangkaan minyak nabati. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here