PKS Bali mengajak ibu-ibu jadi caleg. Foto: JPNN
PKS Bali mengajak ibu-ibu jadi caleg. Foto: JPNN

Anggota DPR RI Ledia Hanifa Amaliah dan eks DPRD Hilmun Nabi sama-sama berikan kalimat menohok pasca Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bali menawari ibu-ibu jadi calon legislatif (caleg) baru-baru ini.

Alasan kedua wakil rakyat tersebut mengutarakan demikian tak lepas dari fakta ketimpangan kaum perempuan di kursi pemerintahan atau dunia politik.

Nah, keputusan PKS di Pulau Dewata yang membantu kalangan ibu-ibu untuk nyaleg ini pun menjadi terobosan besar menurut Ledia dan Hilmun untuk menyimbolkan imej kesetaraan gender berpolitik.

Memperingati kian dekatnya hari Kartini pada 21 April 2022 nanti, dialog terbuka dikemas dengan sesi buka puasa bersama, sejumlah tokoh perempuan Bali dikumpulkan di Hotel Quest Denpasar.

Dialog bertema Peran Perempuan Dalam Membangun Peradaban itu dihadiri langsung Ketua DPW PKS Bali Hilmun Nabi.

Ada juga Ketua Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) PKS Bali Siti Fatimah sebagai keynote speaker.

Peserta yang dihadirkan sejumlah tokoh perempuan dari berbagai elemen dan lintas lembaga yang selama ini dikenal aktif berkiprah di bidang sosial kemasyarakatan dan keagamaan.

Di depan mereka, Hilmun Nabi secara terang-terangan mengajak untuk memanfaatkan PKS sebagai kendaraan politik.

Kata dia, para tokoh perempuan di Bali dipersilakan untuk mencalonkan diri sebagai calon legislatif (caleg) pada Pemilu 2024 mendatang melalui PKS.

Ketua BPKK PKS Bali Siti Fatimah mengajak para tokoh wanita untuk bergandengan tangan bersama-sama bersinergi membangun negeri.

“Kami memberi kesempatan para ibu-ibu dan tokoh perempuan Bali untuk maju menjadi caleg PKS di Pemilu 2024. Mari berjuang wujudkan perempuan di kursi parlemen,” ucap Hilmun Nabi selaku mantan anggota DPRD Denpasar, Bali, Senin (18/04/22).

Secara terpisah, Ledia mengatakan hal serupa bahwa banyak kalangan perempuan Indonesia merasa bahwa dunia politik hanya milik laki-laki saja.

“Biasanya perempuan kalau mendengar kata politik langsung mikir! ih politik kan kasar, ih politik kan keras, enggak banget deh untuk perempuan! Siapa bilang?” beber Ledia Hanifa.

Kalimat menohok yang diucapkan oleh anggota DPR RI dan mantan anggota DPRD itu pun seolah-olah mengatakan bahwa aksi PKS yang tawari ibu-ibu jadi caleg adalah bentuk aksi tingkatkan emansipasi wanita. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here