Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Akmal Sjafril.-Swamedium-
Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Akmal Sjafril.-Swamedium-

Ustaz Ibnu Kharis atau biasa disapa Ustaz Ahong turut menyeramahi kader PKS Akmal Sjafril yang komentari Ade Armando dikeroyok pakai hadis.

Pasalnya Akmal menggunakan kalimat tersebut untuk menanggapi insiden pengeroyokan dosen Universitas Indonesia Ade Armando.

Terlebih Ade Armando menjadi korban amuk massa saat datang ke aksi mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senin (11/4/2022).

Atas insiden tersebut kader PKS Akmal Sjafril turut buka suara dengan mengutarakan opininya di media sosial Twitter.

“Rasulullah SAW bertakbir saat melihat kepala Abu Jahal dibawah oleh Ibnu Mas’ud,” tulis Akmal.

Lebih lanjut dirinya juga menambahkan kalau tak masalah ikut senang melihat musuh Allah celaka.

“Tidak salah bergembira menyaksikan musuh Allah celaka,” sambung Akmal.

Akan tetapi cuitan tersebut tampaknya sudah dihapus oleh Akmal. Namun banyak netizen yang sudah men-screenshot cuitan tersebut.

Cuitan tersebut tampaknya mendapat respons dari sederet orang, salah satunya adalah Ustaz Ahong.

Ustaz Ahong pun memberikan nasehat pada Akmal dengan mengutarakannya lewat unggahan di akun media Twitter pribadinya.

“Di antara kita mungkin banyak yang tidak sependapat dengan Ade Armando (AA) saat menarasikan gagasannya yang terkadang membuat polarisasi di masayarakat semakin tajam,” jelas Ustaz Ahong.

Meski begitu Ustaz Ahong juga menekankan bahwa masyarakat tak boleh bergembira atas apa yang dialami oleh Ade Armando.

“Tapi bukan berarti saat AA dikeroyok, kita boleh bergembira atas musibah itu, sambil ngutip hadis, salah lagi pemahamannya,” ujar Ustaz Ahong.

Lebih lanjut Ustaz Ahong juga menjelaskan dengan detail mengenai hadis tersebut yang dipakai oleh Akmal.

Hadis mengenai Sahabat Abdullah bin Masud menenteng kepala Abu Jahal dan dibawa ke hadapan Rasulullah sambil bertakbir itu hadis lemah (dhaif).

Syekh Syu’aib al-Arnauth, dalam tahqiq Musnad Ahmad bin Hanbal, menjelaskan bahwa terdapat keterputusan sanad dalam hadis tersebut.

Abu Ubaidah, rawi yang terdapat dalam riwayat tersebut, tidak pernah mendengar riwayat secara langsung dari bapaknya, yaitu Abdullah bin Mas’ud.

Sementara hadis sahih mensyaratkan antara satu rawi dengan rawi lainnya harus ada ketersambungan.

Syekh Syu’aib al-Arnauth juga menyebutkan hadis-hadis serupa dalam kitab hadis lainnya, seperti riwayat al-Thabrani dalam al-Kabir, al-Nasa’i dalam al-Sunan al-Kubra, al-Khatib dalam Tarikh Bagdad, dan sebagainya.

“Tapi jalur periwayatan semuanya itu dari jalur yang sama, sehingga kualitas hadis ini tidak bisa naik menjadi hadis hasan atau sahih,” tulis Ustaz Ahong.

Ketidaksahihan hadis Sahabat Abdullah bin Masud menenteng kepala Abu Jahal dan dibawa ke hadapan Rasulullah itu juga diutarakan Ibnu Hajar dalam al-Talkhis al-Habir (juz 6, hlm 2913).

“Ulama Irak berpendapat, “Tidak ada satu pun kepala orang kafir yang dibawa ke Rasulullah.”

Beberapa kepala orang musyrik dibawa ke hadapan Utsman, tapi ia tidak senang dengan hal itu.

Ulama Irak berpendapat, “Perbuatan ini (menenteng kepala musuh) itu tidak pernah terjadi di masa Rasulullah, Abu Bakara, dan Umar.

Kata mereka, riwayat mengenai penentengan kepala yang dibawa kepada Abu Bakar itu tidak benar.

Pandangan-pandangan ini selaras dengan hadis yang terdapat dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim mengenai perintah Rasulullah untuk menempatkan orang-orang musyrik Mekah yang tewas di perang Badar di sumur Badar (qalib badr), bukan ditenteng-tenteng kepalanya.

Oleh karena itu, riwayat dalam Sunanh Ibnu Majah mengenai Rasulullah bergembira dan melaksanakan salat karena ditentengkan kepala Abu Jahal itu tidak valid.

Menurut Syekh Syu’aib, hadis ini terdapat rawi bermasalah bernama Salamah bin Raja, dan Sya’sya yg dianggap tak diketahui identitasnya (majhul).

“Saya teringat maqolah Mbah Gus Dur kalau tidak keliru,” jelas Ustaz Ahong.

“Jika ada yang menafsirkan Islam secara menakutkan dan seakan membenarkan kekerasan, itu yang salah bukan Islamnya, tapi orang yang menafsirkannya. Wallahu a’lam.,” pungkas Ustaz Ahong. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here