Ketua DPW PKS Jatim Irwan Setiawan saat hadir sebagai narasumber pada kegiatan sekolah kepemimpinan politik dan kebangsaan yang digelar Muhammadiyah Jatim
Ketua DPW PKS Jatim Irwan Setiawan saat hadir sebagai narasumber pada kegiatan sekolah kepemimpinan politik dan kebangsaan yang digelar Muhammadiyah Jatim

Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jatim Irwan Setiawan hadir sebagai pembicara dalam sekolah kepemimpinan politik dan kebangsaan yang digelar PW Muhammadiyah Jatim.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Malang pada Minggu (20/3/2022) tersebut, Irwan menyampaikan bakal terus membangun sinergi dalam mencapai cita-cita bangsa.

Hal ini sejalan dengan semangat transformasi dan kolaborasi yang terus digaungkan PKS. Menurut Irwan, untuk membangun bangsa ini, pihaknya tidak bisa sendiri melainkan butuh keterlibatan banyak stakeholder, termasuk kader Muhammadiyah.

“Kami membuka pintu selebar-lebarnya kepada kader Muhammadiyah agar bisa berjuang bersama PKS dalam membangun bangsa Indonesia yang lebih baik,” ujarnya tertulis, Selasa (22/3/2022).

Irwan juga menyampaikan, selama ini PKS sudah menjalin hubungan yang sangat baik dengan Muhammadiyah. Ini sebagaimana hubungan baik yang juga dijalin PKS dengan Nahdlatul Ulama serta ormas-ormas lain.

Pria yang pernah menjadi anggota DPRD Jatim ini menyampaikan pihaknya pernah mengunjungi PW Muhammadiyah Jatim. Bahkan dia menyebut pernah mendapat pesan saat kunjungan tersebut.

“Kami bertemu langsung dengan Kiai Saad Ibrahim dan ketua-ketua lainnya. PKS diminta terus menjaga nama baik, muruah dan politik nilai. Beliau berharap kepada PKS agar tetap konsisten menjaga politik kebangsaan melandasi politik kekuasaan,” ungkapnya.

Disisi lain, dalam kesempatan tersebut, Irwan juga menyampaikan sikap partainya yang cenderung oposisi. Menurutnya hal itu dilakukan pada kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro rakyat.

Dia lantas memberi contoh, misalnya pada persoalan minyak goreng. PKS secara khusus mengusulkan hak angket.

“Kami ingin masyarakat tahu sebenarnya ada apa dengan komoditas minyak goreng ini yang tiba-tiba langka, lalu tiba-tiba muncul dengan harga mahal,” kata Irwan.

Irwan juga menyampaikan berbagai sikap politik PKS lain sebelumnya. Sekalipun demikian, Irwan menegaskan pihaknya tetap proporsional.

Artinya, tetap akan memberikan apresiasi pada kebijakan pemerintah yang patut diapresiasi.

“Kami proporsional karena akan tetap memberi apresiasi jika pemerintah memang patut diapresiasi,” tegas Irwan. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here