Amsal Sampetondok dapat restu DPP maju calon ketua DPD Hanura Sulsel
Amsal Sampetondok dapat restu DPP maju calon ketua DPD Hanura Sulsel

DPP Hanura menerbitkan rekomendasi persetujuan untuk Amsal Sampetondok maju sebagai calon ketua DPD Hanura Sulsel.

Amsal adalah pensiun perwira TNI dengan pangkat terakhir kolonel.

Rekomendasi yang diteken langsung oleh Ketua Umum Oesman Sapta Odang (OSO) dan Sekretaris Jenderal Kodrat Shah itu diharapkan menjadi pintu masuk mengakhiri kisruh internal kepengurusan pasca-musda luar biasa pada Oktober 2021.

Dalam rekomendasi bernomor: A/045/DPP-Hanura/II/2022 per tanggal 22 Februari itu, OSO memberikan restu kepada Amsal menjadi Calon Ketua DPD Hanura Sulsel pada Musda Luar Biasa.

Keputusan itu merujuk AD/ART dan Peraturan Organisasi Hanura, serta hasil rapat pengurus DPP Hanura pada 16 Februari lalu.

Amsal menyampaikan rekomendasi DPP sekaligus restu OSO itu siap ditindaklanjuti pihaknya.

Terlebih, dukungan DPC kabupaten/kota untuk dirinya memimpin DPD Hanura Sulsel semakin solid.

Ia menegaskan, kesiapan untuk maju sebagai calon ketua pada Musda Luar Biasa yang diagendakan berlangsung pada awal Maret 2022.

“Rekomendasi dari DPP yang diteken langsung oleh Ketua Umum dan Sekjen itu menjadi bekal saya untuk dilaksanakan. Dengan dukungan teman-teman DPC, saya siap untuk maju pada Musdalub nanti. Rencananya dalam waktu dekat ini, di atas tanggal 8 (Maret),” kata Amsal, Jumat (4/3/2022).

Menurut Amsal, pasca-Musda Luar Biasa Hanura Sulsel, jika diberikan amanah maka pihaknya segera melakukan konsolidasi untuk penguatan menghadapi Pemilu 2024.

Tentu tidak mudah mengingat banyak pekerjaan rumah, ditambah lagi tidak sedikit kadernya yang hengkang ke partai lain.

“Intinya, ke depan kita optimalkan potensi dan galang kembali kekuatan untuk mengembalikan kejayaan Hanura Sulsel. Kita punya potensi untuk itu, ya tapi memang harus kerja keras dan terukur demi mencapai target,” ungkap dia.

Sekadar diketahui, pada Musda Luar Biasa Hanura Sulsel pada Oktober 2021, Wahyuddin M Nur terpilih sebagai Ketua DPD.

Namun pemilihannya diwarnai keributan dan kericuhan lantaran dinilai tidak demokratis alias sepihak. Hasil musda itu bahkan diprotes oleh 16 DPC kabupaten/kota.

Belakangan mencuat nama Amsal sebagai figur yang didorong oleh mayoritas DPC untuk menduduki Ketua DPD Hanura Sulsel.

Sebanyak 16 DPC yang menolak Wahyuddin, kompak berada di barisan Amsal, hingga akhirnya kini diberi restu oleh DPP. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here