Para petinggi Partai Hanura

Suhu politik Indonesia menjelang Pemilu 2024 sudah mulai bergerak. Siapa cepat, dia dapat. Tak ada yang menunda star walau partai-partai besar masih malu-malu kucing, bersembunyi di balik jargon-jargo “masih setia pada tugas melanjutkan pembangunan”.

Ditemui di Jimmi Production House, Jakarta, Bang Jimmi Kawenian, Ketua DPD Partai Hanura DKI Jakarta tak menampik soal persiapan kecil-kecilan di partainya. Jimmi menekankan pentingnya konsolidasi intern partai, mulai dari akar rumpuh (RT, RW, Ranting). Ia yakin konsolidasi yang baik akan memberikan hasil yang baik pula di saat pertarungan dimulai. Berikut petikan wawancara dengan Jimmi Kawenian:

Saat ini sudah mulai terasa pertarungan politik menuju 2024. Bagaimana sikap Anda?

Saya mendapatkan mandat dari Partai Hanura saat saya sedang sakit, di mana 10 kursi pada 2014, 2019, itu hilang. Seperti sedang koma sebenarnya. Tapi ini tantangan buat saya dan saya senang mendapat tantangan seperti ini. Saya bisa membuktikan dan bisa belajar bagaimana bisa membesarkan partai dan mengembalikan kejayaan dan marwah partai. Oleh karena itu, setiap partai mempunyai strategi tertentu. Strategi saya satu, kita konsolidasi dari bawah sampai atas. Sepuluh kursi Hanura di DKI Jakarta pada 2014 dan 2019 itu hilang karena dirampok. Saya akan merebut kembali kursi-kursi yang dirampok.

Bagaimana mengonsolidasi kader-kader partai, di akar rumput?

Tentu saja kita harus kembali memperbaiki tingkat grass root partai, di Ranting, RT, RW. Kita harus kembali dari situ. Ibarat menjahit baju, kita harus mulai dari A sampai Z, dari ujung ke ujung. Itu yang harus kita rajut dan perbaiki kembali. Tidak ada cara lain, selain konsolidasi dari bawah, memperbaiki kembali sel-sel mana yang rusak dan meluruskan kembali apa yang saat ini sudah agak bengkok.

Bagaimana kolaborasi DPD dan anggota DPRD Hanura untuk rebut kembali kursi yang hilang?

Saya harus memberi support kepada teman-teman, yang pada 2014, 2019 duduk di 10 kursi di DKI. Beberapa teman itu masih solid dan mereka berkomitmen untuk tetap maju dan merebut kembali posisinyra. Saya juga punya strategi tertentu dan akan terbukti pada hasil pileg 2024.

Terkait dengan pertarungan politik, apa harapan Anda terhadap pers Indonesia?

Saya ucapkan selamat Hari Pers Nasional. Pers di Indnesia, menurut saya, makin terbuka dan bebas dalam memberitakan fakta kepada masyarakat. Bagi partai politik, peran pers itu penting. Strategi apa pun, pasti kita bicarakan dengan media, termasuk media sosial.

Saya yakin pers akan semakin dewasa dalam ulang tahunnya ini. Pers juga akan semakin bijak dan semakin berpendirian, dalam arti tidak gampang untuk disogok atau disetir oleh suatu partai. Pers berperan menyampaikan berita apa pun kepada masyarakat. Dari ujung ke ujung, dari pelosok ke pelosok, semua itu dari pers. Maka saya mengajak teman-teman pers untuk “memperkuat iman” agar tidak gampang terbelenggu dalam suatu permainan politik. Kami semua berharap, pers bisa menunjukkan hal-hal nyata, yang benar-benar terjadi. Pers tidak boleh berpihak kepada siapa pun. Ketegasan dan kenetralan pers itu benar-benar terbukti di berita-berita yang dia wartakan. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here