Drs. Refafi Gah SH.,M.Pd., (Foto: Istimewa)
Drs. Refafi Gah SH.,M.Pd., (Foto: Istimewa)

Sejumlah drama menghiasi jalannya sidang Pemilihan pimpinan komisi IV di Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi NTT, yang kembali menemui jalan buntu. Pasalnya, fraksi Partai Hanura tidak dilibatkan dalam musyawarah/mufakat yang digagas oleh ketua fraksi- fraksi yang mempunyai pimpinan di DPRD NTT dalam menentukan pimpinan Komisi-komisi termasuk Komisi IV.

Perdebatan dan hujan interupsi mewarnai jalannya sidang. Perdebatan terjadi saat proses pemilihan ketua Komisi IV yang digelar Senin (11/4) di ruang rapat Komisi IV DPRD Provinsi NTT itu ketika disampaikan Wakil ketua 1 DPRD NTT, sekaligus Koordinator Komisi IV. Dr. Inche Sayuna SH.,M.Hum.

Sayuna dalam arahannya mengatakan, sesuai hasil kesepakatan Pimpinan Fraksi – Fraksi, yang telah menyepakati Anggota Fraksi PKB, dan ditunjuk untuk ditetapkan secara musyawarah/mufakat dari Fraksi-Fraksi di DPRD Provinsi NTT, padahal Fraksi Hanura sama sekali tidak dilibatkan dalam musyawarah tersebut.

Fraksi Hanura, Drs. Refafi Gah SH.,M.Pd., menilai pemilihan ketua komisi IV DPRD Provinsi NTT hanya ditentukan oleh Pimpinan DPRD dan Fraksi-Fraksi tertentu yg memiliki agenda besar di 2024, dan sangat merugikan Hanura sebagai partai pendukung pemerintahan Provinsi NTT.

Ketua DPD Hanura NTT itu juga mengaku tidak keberatan dengan fraksi-fraksi yang merekomendasikan satu nama yakni, Angela Mercy Piwung dari fraksi PKB. Tetapi perlu diingat bahwa Partai Hanura sebagai partai yang memiliki Fraksi murni di DPRD provinsi NTT seharusnya dilibatkan dalam penentuan itu. “Oleh karena tidak dilibatkan maka wajar saja kami kecewa”, tegas Refafi.

Dikatakan, Partai Hanura memiliki Fraksi murni di DPRD provinsi NTT, sehingga tentu sangat kecewa akibat tidak dilibatkan dalam rapat pimpinan Fraksi- Fraksi lain dalam menentukan Pimpinan komisi-komisi di DPRD NTT, termasuk pimpinan komisi IV. Adapun Anggota komisi IV lainnya menginginkan pemilihan bebas. Agar komisi IV benar-benar memberikan Nuansa Demokrasi tersendiri dalam pemilihan itu.

Ia menambahkan, konsistensi partai Hanura dalam mendukung pemerintah NTT itu murni. Tidak ada maksut lain dalam polimik tersebut diatas.”tidak mengurangi rasa hormat, kami hanya kecewa terhadap teman-teman Fraksi lain yang tidak profesional dalam pemilihan ini. Partai Hanura sangat konsisten dan turut mendukung penuh pemerintahan saat ini”,ungkap Refafi.

Proses pemilihan yang seharusnya digelar hari ini 11 Maret 2022 harus berakhir dengan deadlock, dan akan dilanjutkan kembali pada tanggal Selasa (12/4/22). [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here