Politikus Partai Hanura, Wans Wege

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sikka merekomendasikan Pemerintah Daerah (Pemda) agar melakukan konsultasi dan koordinasi dengan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan RI terkait dana BOK Puskesmas sebesar Rp 17 miliar lebih yang saat ini ‘nginap’ di kas daerah.

Demikianlah salah satu hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sikka bersama Dinas Kesehatan, Inspektorat, BPKAD Sikka, Kamis (10/2) di ruang sidang utama Kantor DPRD Sikka, Jalan El Tari Maumere.

Sebelumnya diberitakan bahwa dana BOK DAK non fisik tahap II sebesar Rp 17 miliar lebih untuk kegiatan luar gedung seluruh puskesmas di Kabupaten Sikka gagal di cairkan akibat keterlambatan memasukkan SPJ ke Bagian Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sikka.

Atas kondisi itu, beberapa anggota DPRD Sikka menyesali kinerja pemerintah yang mengakibatkan tidak terealisasinya dana BOK Tahap II.

Bahkan, salah satu anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Fraksi Hanura, Wens Wege secara tegas mengatakan bahwa jika Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka tidak mampu mengurus Dinas Kesehatan maka diminta untuk melepaskan jabatannya.

Sementara itu, anggota DPRD dari PKP, Alfridus Melanus Aeng, mengatakan bahwa sebenarnya pemerintah memiliki sumber daya manusia yang unggul untuk mengelola dana BOK hingga proses pencairan.

Dia juga mengingatkan pemerintah untuk serius memperjuangkan hak para tenaga kesehatan dan tidak membuat pernyataan yang kesannya memberikan harapan palsu.

Kepala BPKAD Kabupaten Sikka, Paul Prasetya yang hadir dalam RDP itu mengatakan bahwa dana itu belum bisa dicairkan karena belum ada keputusan.

“Untuk sementara, sebelum ada keputusan lain, maka dana tersebut tidak bisa cair. Anggarannya untuk tahun 2022,” jelas Paul Prasetya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, dihadapan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dipimpin oleh Ketua Komisi III, Filario Charles Betrandi, mengaku, masalah tersebut terjadi karena adanya perubahan Petunjuk Teknis (Juknis) dana BOK pada April 2021 lalu.

Petrus Herlemus dalam penjelasannya kepada anggota DPRD Sikka mengatakan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka hanya berhasil mengajukan pencairan tahap I pada 30 Nopember 2011 sebesar Rp 12.215.275.970.

Sedangkan proses pengajuan pencairan tahap II, gagal dicairkan karena terbentur dengan waktu mengajukan SPJ.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, juga mengaku bahwa dirinya sudah 3 kali bolak-balik ke Jakarta untuk mengurusi masalah ini. Usaha yang sama juga dilakukan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo.

“Masalah ini bukan dialami Sikka saja. Daerah lain malah BOK Tahap I tidak bisa cair,” ujar Pet Herlemus.

Namun, alasan Kepala Dinas Kesehatan itu disesali Ketua Komisi III DPRD Sikka, Filario Charles Betrandi yang memimpin RDP itu.

Charles mengaku heran Pemerintah Kabupaten Sikka gagal mencairkan dana sebesar Rp 17 miliar itu petunjuk teknis berlaku sama untuk semua daerah.

DPRD Sikka berharap agar setelah melakukan koordinasi dan konsultasi ke Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan Kesehatan, dana itu dapat dicairkan sebesar Rp 11 miliar lebih untuk membiayai operasional dan honor.

Sedangkan anggaran Rp 6 miliar lebih tidak dimanfaatkan karena tidak ada kegiatan.

“Terkait dana BOK sebesar Rp 17 miliar anggaran tahun 2021, sudah masuk ke rekening kas daerah namun anggaran ini tidak dapat dimanfaatkan untuk anggaran tahunn 2021 namun akan mengurangi dana BOK tahun 2022 sebesar Rp 17 miliar,” jelas Charles.

Menurut politisi PAN itu, masalah ini terjadi karena Dinas Kesehatan tidak mampu bekerja maksimal dan profesional.

“DPRD sangat kecewa dengan kinerja dinas bahkan ada usulan untuk mengundurkan diri jika tidak mampu. Solusi sementara agar dikonsultasikan ke kementrian agar bisa dimanfaatkan sebesar Rp 11 miliar karena ini terkait langsung dengan operasional dan honor, sedangkan Rp 6 miliar tidak dimanfaatkan karena kegiatannya tidak dilaksanakan,” ujar Charles. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here