Sekjen DPP Partai Hanura, Kodrat Shah pada kesempatan yang sama berpesan kepada pengurus dan kader di Bali untuk tidak lengah
Sekjen DPP Partai Hanura, Kodrat Shah pada kesempatan yang sama berpesan kepada pengurus dan kader di Bali untuk tidak lengah

DPD Partai Hanura Bali menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) di Sanur, Kamis (31/1/2022). Rakerda dan Rapimda ini dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Sekjen DPP Partai Hanura Kodrat Shah serta Ketua DPD Partai Hanura dari beberapa provinsi.

Ketua DPD Partai Hanura Bali, I Kadek “Lolak” Arimbawa menjelaskan, Rakerda dan Rapimda kali ini fokus pada persiapan menghadapi verifikasi faktual di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Partai Hanura Bali dipastikan siap mengikuti proses verifikasi faktual.

“Bulan Agustus 2022 kami bersiap-siap untuk mendaftarkan partai selaku peserta pemilu dalam verifikasi KPU,” katanya kepada wartawan usai pembukaan Rakerda dan Rapimda Partai Hanura Bali, di Sanur, Kamis (31/3/2022). “Kami yakinkan, kepengurusan Partai Hanura sudah terbentuk di 9 kabupaten/kota hingga ke tingkat kecamatan se-Bali.

Kepengurusan kami sudah terbentuk 100 persen di Bali,” imbuh mantan Anggota DPD RI Dapil Bali selama dua periode itu.

Pasca verifikasi faktual, Partai Hanura akan melakukan rekrutmen kader, yang kemudian dilanjutkan dengan pemetaan wilayah.

Pemetaan wilayah menjadi strategi pemenangan dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2024.

“Setelah Rapimda dan Rakerda, yaitu lolos verifikasi faktual dulu. Setelah lolos verifikasi baru tahap kedua yaitu menjaring daripada calon-calon legislatif, setelah itu baru kita tahu pemetaannya, berapa target,” tegasnya.

Ditanya penguatan saksi, Lolak memastikan Partai Hanura akan menempatkan saksi di seluruh TPS di Bali.

Bahkan ia menegaskan, saksi merupakan tanggung jawab penuh DPD Partai Hanura Bali.

“Saya tegaskan, siapa yang mau menyalonkan diri lewa Partai Hanura bebas anggaran saksi. Pokoknya kami Partai Hanura akan mendukung penuh teman-teman yang maju di pemilihan legislatif. Bahkan saya tegaskan, Partai Hanura menolak segala bentuk politik mahar,” bebernya.

Sekjen DPP Partai Hanura, Kodrat Shah pada kesempatan yang sama berpesan kepada pengurus dan kader di Bali untuk tidak lengah.
Ia pun meminta kadernya tidak termakan isu yang selama ini bergulir, termasuk dari eks kader Partai Hanura.

“Jangan pedulikan omongan yang tidak benar, kita tidak usah tanggapi. Kita jalan dengan kebenaran, dan kesungguhan kita, kerja keras kita,” sebutnya.

“Jelas saya sampaikan ada mantan kader Partai Hanura yang seolah-olah dia punya pengaruh sangat besar, sehingga partai yang ditinggalkan akan hancur, kami tidak tanggapi. Karena kami tahu dia tidak besar. Jadi kami jalan saja,” lanjutnya.

Riak yang berkembang dipastikan tidak mempengaruhi target suara Partai Hanura di Pemilu 2024.

Justru pihaknya optimis, mampu meningkatkan perolehan suara dibandingkan saat Pemilu 2019, dan 2014.

“Target kita itu minimal satu daerah pemilihan dapat satu kursi di DPR RI. Bukan sekadar massa, tetapi kita tunjukkan kinerja nyata. Jadi saya yakin dan percaya hasilnya akan melebihi dari target itu,” ucapnya.

Sementara Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Sukawati mengajak kader Partai Hanura meningkatkan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali.

Terlebih dalam Pemilihan Gubernur – Wakil Gubernur Bali tahun 2018, Partai Hanura merupakan pengusung pasangan Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

“Sejalan dengan visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, saya berharap Partai Hanura dapat meningkatkan kerjasama dengan pemerintah, utamanya dalam menyukseskan program yang berpihak terhadap masyarakat,” tutup Wagub yang akrab disapa Cok Ace itu. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here