Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Rhoma Irama. (Istimewa)
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Rhoma Irama. (Istimewa)

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyebut si Raja Dangdut Rhoma Irama kembali ke Partai Golkar, partai yang pernah membesarkan namanya dalam dunia perpolitikan di Indonesia. Hal itu dikatakan Airlangga, saat menghadiri acara buka puasa dengan PPK Kosgoro 1957, Senin (25/4/). Acara ini juga menghadirkan Rhoma Irama untuk memberi tausyiah.

Dalam sambutannya, Airlangga menyebut Rhoma Irama sebagai kader yang akhirnya kembali ke Golkar meski sempat berpindah-pindah partai. “Senior kita Kiai Rhoma Irama, yang tadi menyampaikan beliau adalah kader Partai Golkar yang sempat hijrah kesana-kemari. Dan akhirnya kembali ke Golkar juga, insya Allah,” tutur Airlangga disambut tepuk tangan kader Kosgoro 1957 di Masjid Umar Bin Al Khattab, Senin (25/4) dikutip dari Radar Semarang, Selasa (26/4).

Kendati menyebut Rhoma Irama akan balik ke partai berlambang beringin, Airlangga tak menyebut persis kapan akan bergabungnya Rhoma Irama. Di lain pihak, Rhoma Irama juga tak berkomentar terkait nasib Partai Idaman, partai besutannya jika dia jadi hijrah ke Golkar.

Dalam acara tersebut, Ketum Golkar itu mengingatkan, momentum Ramadan agar digunakan seluruh kader Kosgoro 1957 yang kini dipimpin Ketua Umum Dave Laksono ini untuk hadir membantu masyarakat.

Airlangga juga mengimbau kepada kader Kosgoro dan Golkar untuk membayar zakat, infak, dan shadaqah untuk membantu masyarakat yang tidak mampu. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini menegaskan, memasuki Ramadhan tahun ini, seluruh masyarakat Indonesia patut bersyukur karena capaian vaksinasi terutama di DKI Jakarta menunjukkan capaian luar biasa. Capaian vaksinasi ini membuat Provinsi DKI Jakarta masuk pada PPKM Level 2.

“Dengan adanya level 2, Alhamdulillah kita bisa membuat acara di masjid, kita bisa shalat di lapangan saat Idul Fitri, tahajud, tarawih, dan juga kita bisa mudik lebaran kali ini,” ujar Airlangga. Menko Perekonomian menuturkan, kedepan, tantangan yang akan dihadapi Indonesia masih ada. Selain pandemi Covid-19, juga ada potensi krisis akibat peran Ukraina-Rusia. Hal ini mengakibatkan potensi krisis energi, krisis pangan, dan krisis utang bagi sebagian negara di dunia. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here