Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto

CEO dan Founder Panggung Indonesia Ichwanudin Siregar mengingatkan jangan memandang sebelah mata kepada pencalonan Airlangga Hartarto pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, kendati hasil sejumlah survei sejauh ini masih menempatkan Ketua Umum Partai Golkar itu berada di peringkat bawah.

Menurut Ichwanudin Siregar, konstestasi panggung politik 2024 masih belum bisa dipastikan oleh hasil survei saat ini.

Sebab, kata dia, pelaksanaan pilpres masih menyisakan dua tahun lagi.

Pria yang akrab disapa Iwan ini mengatakan semua masih sangat dinamis dan akan terus mengalami perubahan. Bisa saja yang berada top 3 di hasil survei saat ini akan terus merosot, mengingat berapa tiga besar itu diisi oleh kepala daerah yang akan habis masa tugasnya sebelum tahun 2024.

“Bisa saja gembos di tengah jalan karena sudah tidak menjabat lagi. Berbeda dengan Airlangga yang memiliki keunggulan masih menjabat sebagai Menko Perekonomian yang masa tugasnya bisa saja sampai akhir periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo,” kata Ichwanudin Siregar di Jakarta, Selasa (15/2).

Iwan mengungkapkan sebagai pembantu presiden, Airlangga masih sangat fokus terhadap tugas-tugasnya sebagai Menko Perekonomian, Ketua Komite PCPEN, serta tugas lainnya yang sangat berat.

“Airlangga merupakan sosok yang teknokratik dan membantu presiden dengan sepenuhnya. Di antaranya memulihkan ekonomi, penanganan Covid-19 hingga bidang lain di pemberdayaan masyarakat seperti pemberian Kartu Prakerja yang berhasil membantu masyarakat dalam mendorong pemulihan ekonomi,” jelasnya.

Kendati demikian, Iwan menegaskan, sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga memiliki sejumlah keunggulan di banding kandidat lainnya.

“Undang-undang mensyaratkan, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden diusung oleh partai atau gabungan partai politik. Airlangga memiliki kendaraan politik yang siap mengantarkannya mendaftar sebagai calon presiden,” imbuhnya.

Menurut Iwan, keputusan Musyawarah Nasional (Munas) 2019 dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) tahun 2021 DPP Partai Golkar yang memutuskan dan menetapkan pencalonan Airlangga di Pilpres 2024 mendapat dukungan solid dari seluruh kader partai beringin itu.

Keunggulan lainnya yang sangat penting, kata Iwan, Airlangga memiliki rekam jejak yang sangat baik selama menjadi pejabat publik.

“Ia pernah menjabat anggota DPR RI berapa periode yang tentu sudah memiliki konstituen dan tidak gampang untuk melenggang ke Senayan. Siapa juga yang menyangka jika Airlangga memimpin Golkar, partai paling lama dan terbesar ini. Ia juga dipercaya Presiden Jokowi mengkomandoi bidang perekonomian,” kata Iwan.

Artinya, menurut Iwan, jika pemerintahan ini berhasil di akhir pemerintahannya, maka ada effect yang juga akan ditimpakan ke Airlangga. Dengan track recordnya sebagai anggota DPR dan Menko Perekonomian sangat menguntungkan baginya.

Iwan melanjutkan, Airlangga punya modal koneksi politik yang baik di level elite maupun masyarakat.

“Airlangga punya basis kuat. Karenanya, ketokohannya bisa diterima hampir di semua kalangan. Dengan kepemimpinan yang njawani dan ngayomi, tidak meledak-ledak dan tidak neko-neko serta tidak resisten. Sebagai pejabat publik beliau tidak pernah buat kebijakan yang kontroversial dan merugikan umat. Figur relatif yang tidak ada masalah atau tidak ada kasus, sehingga relatif gampang memasarkan dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya.

Menurut Iwan, tinggal bagaimana Airlangga dan kader Golkar melakukan apa yang sudah dikerjakan dalam mensosialisasikan pencapresan Airlangga kepada publik bisa lebih masif lagi.

Untuk diketahui, Airlangga diberi amanah sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). Airlangga juga ditunjuk sebagai Ketua penyelenggara Presidensi G20 Indonesia. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here