Airlangga Hartarto dan Joko Widodo

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto disebut tengah mengincar kursi kepresidenan dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 mendatang.

Meski sampai sekarang punya elektabilitas paling buncit yakni nol koma, dukungan terhadap Airlangga terus mengalir deras. Hampir semua elit Golkar mendukung rencana Airlangga.

Maklum, sejak reformasi bergulir Partai Golkar belum pernah sekalipun kebagian kursi presiden. Capaian Partai Golkar paling pol hanya kursi Wakil Presiden, itupun prosesnya kadang dilalui dengan gontok-gontokan di internal partai berlambang beringin tersebut.

Nasib Golkar tersebut tentu berbeda 180 derajat jika dibandingkan saat Presiden Suharto berkuasa. Saat itu mereka adalah partai dominan yang menguasai jajaran eksekutif hingga legislatif.

Munculnya Airlangga, meskipun popularitasnya masih kalah dibandingkan Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo maupun Anies Baswedan, seolah memberi harapan bagi kader Golkar untuk tidak lagi menjadi ‘kaki tangan’ penguasa, melainkan menjadi penguasa seperti pada zaman orde daripadanya Suharto dulu.

“Sudah dua dekade Partai Golkar nomornya selalu yang kedua. Oleh karena itu saya menantang kita semua untuk menang di 2024,” begitu ucapan Airlangga saat di Lampung belum lama ini.

Karena semangat itu pula, para tokoh politik baik daerah maupun senior partai, memberi ‘lampu hijau’ kepada Airlangga, meskipun tak masuk perhitungan lembaga survei.

Salah satunya, pengusaha cum politisi Aburizal Bakrie yang sesumbar siap menjadi ‘tameng’ bagi Airlangga dari siapapun yang mencoba menghalanginya maju jadi Capres 2024. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here