Dewa Made Widiasa Nida (kiri) dan Made Dauh Wijana dalam sebuah acara di Golkar Bali, beberapa waktu lalu. .-Dok.NusaBali
Dewa Made Widiasa Nida (kiri) dan Made Dauh Wijana dalam sebuah acara di Golkar Bali, beberapa waktu lalu. .-Dok.NusaBali

Menjelang menghadapi Pemilu 2024 internal Partai Golkar Bali justru bergolak.

Kader senior Golkar Bali yang juga Anggota Departemen Pariwisata dan Ekonomi DPP Golkar Dewa Made Widiasa Nida mempersoalkan kinerja Sekretaris DPD I Golkar Bali Made Dauh Wijana yang terbengkalai gara-gara yang bersangkutan tidak aktif, karena sekarang ngayah di spiritual sebagai Jero Mangku Gede.

Dewa Nida meminta Dauh Wijana meletakkan jabatan sebagai Sekretaris DPD I Golkar Bali dan fokus dengan tugas ngayah sebagai Jero Mangku Gede. “Sudah menjadi Jero Mangku Gede sebaiknya saudara Dauh Wijana meletakkan jabatan di partai. Karena selama ini banyak kader Golkar melihat kinerjanya Dauh Wijana sebagai sekretaris terbengkalai, karena sibuk ngayah di desa kelahiran,” ujar Dewa Nida kepada NusaBali, Selasa (26/4).

Dewa Nida pun menyoroti Dauh Wijana yang posisinya sebagai sekretaris partai akan menganggu konsolidasi internal Golkar Bali ketika menghadapi Pemilu 2024. “Bagaimana tidak menganggu? Sekretaris partai politik ketika diminta tandatangan malah minta scanner saja. Kan tidak boleh begitu? Lebih baik pilih, mau jadi sekretaris atau mau jadi Jero Mangku. Jangan merusak tatanan organisasi,” ujar politisi asal Desa Akah, Kecamatan/Kabupaten Klungkung ini.

Dewa Nida mengaku punya bukti bahwa tugas-tugas Dauh Wijana terbengkalai karena tidak ikhlas melepaskan jabatan sekretaris. Padahal memilih jalan spiritual sebagai Jero Mangku. “Tugas sekretaris diselesaikan oleh kader Golkar Bali lainnya, karena sekretaris sibuk ngayah,” tegasnya. Selain mempermasalahkan tugas yang terbengkalai, Dewa Nida juga menyodok Dauh Wijana yang saat ini menjadi staf ahli/kelompok ahli di Fraksi Golkar DPRD Bali. Padahal, kata dia, seorang Sekretaris DPD I Golkar Bali harusnya menasehati dan memberikan arahan kepada jajaran fraksi.

“Bagaimana mau menasehati dan memberikan arahan, dia (Dauh Wijana, Red) saja malah ‘merendahkan’ dirinya sendiri dengan menjadi staf fraksi. Intinya tidak elegan di mata kader Partai Golkar Bali. Nggak paham berorganisasi,” sodok mantan Wakil Ketua DPRD Klungkung ini. Dewa Nida yang dikenal sangat akrab dan menjadi sahabat karib Dauh Wijana di Golkar Bali ini menyayangkan seorang sekretaris DPD I Golkar Bali yang malah memberikan contoh kurang etis.

“Ketua DPD, Sekretaris DPD dan Bendahara DPD I atau pengurus DPD yang setingkat harusnya tidak lagi cari sampingan, harus fokus mengurus partai. Di mana-mana dan partai apa saja begitu kok,” tegas Anggota Bappilu Wilayah Bali DPP Golkar ini. Atas ‘serangan’ Dewa Nida tersebut, Dauh Wijana menolak memberikan komentar. “Soal saya menjadi sekretaris dan Jero Mangku tidak ada urusannya dengan dia (Dewa Nida, Red). Saya nggak tanggapi,” ujar Dauh Wijana saat dikonfirmasi NusaBali, Selasa malam.

Terpisah Ketua DPD I Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry dikonfirmasi atas perseteruan Dewa Nida dengan Dauh Wijana menegaskan di Golkar Bali konsolidasi dan pelaksanaan aturan organisasi berjalan dengan baik. “Menurut saya sebagai Ketua DPD I Golkar Bali, selama ini tidak ada masalah dengan semua penugasan yang diemban Sekretaris DPD I Golkar Bali Made Dauh Wijana. Jabatan sekretaris dijalankan dengan baik, semua program yang diamanatkan dalam rapat kerja daerah maupun tugas-tugas oleh DPD berjalan baik,” ujar Wakil Ketua DPRD Bali ini.

Kata dia, Dauh Wijana direkomendasikan sebagai anggota kelompok ahli di DPRD Bali oleh Partai Golkar Bali bersama-sama dengan Wakil Ketua OKK DPD I Golkar Bali Dewa Made Suamba Negara dan Wakil Ketua Bappilu DPD I Golkar Bali Komang ‘Kos’ Suarsana.

“Karena yang bersangkutan mengajukan permohonan tertulis kepada DPD I Golkar Bali, dan berdasarkan pengamatan kami, mereka berpendidikan dan pengalaman yang memadai dengan gelar doktor. Dauh Wijana dan Dewa Suamba pernah menjadi Anggota DPRD Bali,” terang politisi asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng ini.

Sugawa Korry menyebutkan, kinerja Suamba Negara dan Dauh Wijana sangat membantu Fraksi Golkar DPRD Bali, ketika membuat pandangan umum fraksi, kaitannya dengan kajian dan bahan yang disampaikan oleh Fraksi Golkar.

Soal Dauh Wijana menjadi Jero Mangku juga dinilai Sugawa Korry tidak ada masalah. “Sampai saat ini, kami merasakan tidak terganggu, karena pembagian tugas pengurus sudah berjalan dengan baik, dan tugas-tugas kesekretariatan sudah didukung oleh tenaga-tenaga yang cukup profesional,” tegas Sugawa Korry.

“Lagian, staf di Golkar Bali didukung oleh sistem IT (informasi teknologi) yang memadai. Terlebih didukung oleh badan-badan yang digawangi oleh teman-teman yang sudah sangat memahami bidangnya, seperti Badan Hukum dan HAM, Badan Pembinaan dan Pemberdayaan UMKM,” ujar Sugawa Korry. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here