Bayu Airlangga (kanan) berfoto bersama Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur M. Sarmuji usai menyatakan bergabung ke Partai Golkar. (ANTARA/HO-Tim BA).
Bayu Airlangga (kanan) berfoto bersama Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur M. Sarmuji usai menyatakan bergabung ke Partai Golkar. (ANTARA/HO-Tim BA).

Politikus Bayu Airlangga memutuskan bergabung dengan Partai Golkar.

Bayu Airlangga sebelumnya menyatakan diri keluar dari Partai Demokrat.

Dia mengaku sudah menjalin komunikasi secara intensif dengan pengurus Partai Golkar.

Bayu bahkan mengaku sudah bertemu dengan Ketua DPD Partai Golkar Jatim Sarmuji.

“Saya sudah mengenal beliau cukup lama dan (Sarmuji) banyak mengajarkan tentang politik,” kata Bayu di Surabaya, Sabtu (21/5).

Menantu Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Soekarwo, itu memiliki pertimbangan khusus untuk bergabung dengan partai berlambang pohon beringin tersebut.

Dia menegaskan Partai Golkar mengedepankan konsep demokratis.

Menurut Bayu, di Golkar itu semua kader memiliki kesempatan.

Selain itu, katanya, setiap hal yang diperjuangkan untuk kebesaran partai sangat dihargai.

“Itu yang membuat saya tertarik dan mantap bergabung dengan Golkar,” katanya.

Dia siap mengikuti instruksi dari Partai Golkar terkait langkah politik ke depan, khususnya jelang Pemilu Serentak 2024.

Secara pribadi, Bayu mengatakan sudah menyiapkan diri maju dalam pemilihan anggota DPR RI 2024.

“Rencana ke depan, saya akan ikut perintah Pak Sarmuji selaku Ketua Golkar Jatim. Saya pribadi memproyeksikan untuk maju ke DPR RI di tahun 2024,” katanya.

Bayu Airlangga menyatakan keluar dari Partai Demokrat karena dirinya tidak terpilih sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur periode 2022-2027.

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menunjuk Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur.

Selain duduk sebagai anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Bayu pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim.

Sementara itu, Sarmuji mengatakan Bayu adalah kader potensial dan mereka telah menjalin komunikasi setelah yang bersangkutan menyatakan mundur dari Partai Demokrat.

“Jadi, secara etika kami menjaga betul sebelum Bayu menyatakan keluar dari Demokrat. Kami tidak melakukan pembicaraan untuk membangun persepsi terhadap Partai Golkar,” katanya.

“Ibarat transfer pemain sepak bola, saat kontraknya habis, baru kami melakukan pembicaraan. Kami menjaga etika sesama partai,” tambah Sarmuji.

Wakil ketua Komisi VI DPR itu mengatakan Bayu segera dimasukkan ke kepengurusan DPD Partai Golkar Jatim, dan telah meminta izin kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk segera dilakukan revitalisasi kepengurusan. (antara/jpnn) [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here