Kredit Foto: Instagram/Prabowo Subianto
Kredit Foto: Instagram/Prabowo Subianto

Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa Gerindra masih fokus melakukan konsolidasi internal. Hal itu ia sampaikan menanggapi adanya pencanangan duet Prabowo Subianto-Puan Maharani.

Diakui Dasco bahwa di jajaran partai di daerah sudah mendorong untuk segera mengusung Prabowo sebagai calon presiden.

“Ya tahapan Pemilu sudah dekat tapi kami masih fokus konsolidasi partai. Kami memang sudah juga mendapatkan permintaan dari rekan-rekan di daerah untuk mencapreskan Pak Prabowo sebagai calon presiden dari Partai Gerindra,” kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (9/5/2022).

Dasco mengatakan Gerindra juga sedang fokus menghimpun masukan dari akar rumput di Partai Gerindra mulai dari pengurus di daerah dan anggota dewan pembina.

“Untuk kemudian masukan-masukan berdasarkan situasi di lapangan siapa yang akan menjadi calon dari pendamping sebagai wakil presiden dari Pak Prabowo ini kita juga masih himpun dan kita masih tunggu,” kata Dasco.

Sebelumnya, silaturahmi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dinilai sebagai langkah awal menduetkan Prabowo-Puan Maharani di pilpres 2024.

Pengamat politik Adi Prayitno menilai pertemuan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto sebagai pencanangan duet Prabowo-Puan.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia meyakini pertemuan itu lekat dengan persiapan menjelang Pilpres 2024.

“Ya pasti dikaitkan dengan Pilpres 2023, kalau cuma silaturahmi biasa kan bisa lewat telepon, video call, beres kan? Pasti ada kaitannya dengan 2024,” ujarnya, Senin (9/5/2022).

Menurut Adi, kendati pertemuan itu tidak diakui sebagai persiapan Pilpres 2024, hal itu tidak menampik adanya faktor kedekatan antara Megawati dan Prabowo.

“Memang gak ada (obrolan) pilres, tapi silaturahmi ini kan semakin menegaskan bahwa Prabowo cukup lengket dengan Megawati,” katanya.

Duet Prabowo-Puan beberapa waktu lalu mendapati hasil positif berdasarkan Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

“Artinya duet Prabowo-Puan itu relatif ‘leading’, setidaknya dua orang ini sudah sama-sama mulai dikenal oleh publik terkait Pilpres 2024. Jadi silaturahmi politik itu kemarin seakan-akan menambah amunisi supaya publik terus bicara tentang kemungkinan Prabowo-Puan bisa duet bareng,” tegasnya.

Survei SMRC menunjukkan bahwa jika yang bertarung hanya dua pasangan, Prabowo Subianto-Puan Maharani melawan Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono, maka hasilnya Prabowo-Puan mendapatkan 41 persen, Anies-AHY 37,9 persen, dan 21 persen yang belum menentukan pilihan.

Sedangkan dalam simulasi Prabowo-Puan melawan Ganjar-Airlangga, maka Prabowo-Puan didukung 39,3 persen, Ganjar-Airlangga 40,3 persen, dan 20,5 persen yang belum menentukan pilihan. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here