Ketua Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad dalam peringatan Nuzulul Quran di Jember pada Senin (18/4/2022) malam (Foto: Tangkapan layar video YouTube Gerindra Jatim)
Ketua Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad dalam peringatan Nuzulul Quran di Jember pada Senin (18/4/2022) malam (Foto: Tangkapan layar video YouTube Gerindra Jatim)

Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Anwar Sadad menyebut bahwa partainya bakal berjuang untuk kesejahteraan umat. Di depan para kiai di Jember, Sadad berkomitmen bahwa Gerindra siap menjadi alat politik ulama dan kiai.

“Kalau pengendalinya itu kiai-kiai ya jadikan Partai Gerindra ini kudanya, yang dikendalikan oleh para kiai untuk mengelola urusan-urusan umat,” ucap Sadad dalam peringatan Nuzulul Quran di Jember pada Senin (18/4/2022) malam.

“Nah dari konteks mengendalikan umat tersebut, maka Partai Gerindra bermaksud untuk meminta arahan kepada para kiai. Karena ini bahasanya kiyadah yang berarti mengendalikan,” sambung Wakil Ketua DPRD Jatim itu.

Sadad menambahkan, secara lahiriyah, Partai Gerindra memang memiliki gen sebagai partai nasionalis. Namun secara isi dan struktur, Partai Gerindra didominasi oleh ulama atau tokoh-tokoh yang cinta dengan santri dan pesantren yang berjuang untuk keutuhan NKRI.

“Menurut saya ini penting dalam koridor berpolitik bahwa Partai Gerindra ini adalah partai yang diisi oleh gabungan-gabungan atau elemen penting bangsa ini,” tambah keluarga Ponpes Sidogiri Pasuruan itu.

Hal itu dibuktikan oleh salah satu kader Gerindra yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Jember KH Balya Firjaun Balaman atau yang akrab disapa Gus Firjaun.

Putra dari KH Achmad Shiddiq, seorang mantan Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdatul Ulama pada Tahun 1984 hingga 1991 itu sempat mengatakan dalam istikarahnya bahwa Gerindra merupakan partai yang berjuang di jalan Allah SWT.

“Saya sebelumnya pernah meminta arahan kepada Gus Firjaun sebelum jadi wakil bupati, istilahnya masih mandi-mandinya (ampuh-ampuhnya)-lah dalam istkhorohnya itu yang terlihat adalah surah Yunus yang berbunyi memang inilah jalanmu, bahwa inilah jalan perjuanganmu, maka sebagai perjuanganmu maka gunakanlah ‘Ud’u illallahi’ berjuanglah kepada Allah sesuai dengan hati nurani kita dan orang-orang yang bersama kita,” papar Sadad.

Untuk diketahui, Gus Firjaun merupakan cucu dari KH Muhammad Shiddiq dan hanya dia yang menggeluti bidang politik dengan kendaraan Gerindra.

Keluarga besar Talangsari atau Bani Shiddiq, merupakan salah satu ulama ternama Nahdatul Ulama (NU). Talangsari adalah nama kawasan pusat Kota Jember, tempat kedua Pondok Pesantren Bani Shiddiq, Ahs-Shiddiqi Putra dan Ash-Shiddiqi Putri berada. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here