Joko Widodo. (Foto: Antara)
Joko Widodo. (Foto: Antara)

Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menilai, turunnya tingkat kepuasan publik atas kinerja Presiden Jokowi menjadi alarm bahaya bagi pemerintah. Menurut Herzaky, hal tersebut perlu direspons secara serius oleh pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Itu alarm bahaya buat pemerintah, perlu evaluasi menyeluruh,” ujar Herzaky kepada wartawan, Selasa (17/5/2022).

Herzaky menilai, hasil survei Indikator Politik Indonesia tersebut sebenarnya sudah bisa diduga karena pemerintah gagal mengendalikan kenaikan harga sembako dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, kata dia, tidak ada kebijakan yang efektif untuk mengantisipasi kenaikan harga tersebut dan pelarangan ekspor minyak sawit justru menimbulkan masalah baru dan membuat banyak rakyat kecil kehilangan pendapatan.

“Begitu pula dengan demokrasi Indonesia yang terus mengalami regresi, yang membuat semakin banyak warga yang tidak berani menyuarakan pendapat di muka publik,” ungkap dia.

Pemerintah, kata dia, malah menaikkan berbagai kebutuhan penting lainnya bagi rakyat, seperti gas, bahan bakar minyak, dan pajak, yang semakin membebani rakyat yang sedang sulit kondisinya. Partai Demokrat, kata Herzaky, mendorong agar pemerintah sebaiknya bisa lebih fokus pada pemulihan ekonomi, penurunan harga sembako, harga gas, harga listrik, dan berbagai harga-harga lainnya yang terus melonjak selama tahun 2022 ini.

“Perlu komitmen lebih serius untuk atasi pengangguran dan kemiskinan, sebagai dampak pandemi selama dua tahun ini. Rakyat sudah lama menderita,” kata dia.

“Kabinet mesti kompak, tidak membahas isu-isu lain yang tidak memberikan solusi atas permasalahan rakyat. Jangan sibuk memikirkan kepentingan untuk mengamankan, apalagi melanggengkan kekuasaan saja,” kata Herzaky.

Diketahui, hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik atas kinerja Presiden Joko Widodo turun ke angka 58,1% atau turun sebesar 6% dari hasil survei sebulan sebelumnya. Survei terbaru ini dilakukan pada pada 5-10 Mei 2022 yang melibatkan 1.228 responden yang diambil secara acak dengan margin of error 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Dari hasil survei tersebut, sebanyak 8% responden puas dengan kinerja Jokowi dan 50,1% yang menyatakan cukup puas sehingga total yang puas sebayak 58,1%. Sedangkan responden yang menyatakan tak puas dengan kinerja Presiden Jokowi tercatat sebanyak 29,1% dan tidak puas sama sekali 6,1 persen. Artinya, sebanyak 35,2% tidak puas. Sedangkan yang tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 6,7%.

Sebulan sebelumnya, yakni pada 20-25 April 2022, Indikator Politik juga melakukan survei yang melibatkan 1.219 responden dengan margin of error 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Saat itu, sebanyak 10,6% responden sangat puas dengan kinerja Presiden Jokowi dan 58,5% cukup puas atau total 64,1% responden puas dengan kinerja Jokowi. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here