Annisa Pohan, Agus Harimurti Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono, dan Aliya Rajasa saat menghadiri Kongres Partai Demokrat di Jakarta, Ahad, 15 Maret 2020. Instagram.com/@ruby_26
Annisa Pohan, Agus Harimurti Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono, dan Aliya Rajasa saat menghadiri Kongres Partai Demokrat di Jakarta, Ahad, 15 Maret 2020. Instagram.com/@ruby_26

Partai Demokrat mengikuti langkah Partai Sosial Indonesia (PSI) menjual minyak goreng murah kepada masyarakat. Wakil Ketua Umum Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas melakukan hal itu di Pacitan, Ngawi, Jawa Timur.

Dalam keterangan pers yang diterima Tempo, Ibas yang juga merupakan anggota DPR RI menjual 16 ribu liter minyak goreng murah kepada masyarakat di sela-sala kunjungannya saat masa reses. Masyarakat disebut bisa mendapatkan minyak goreng dengan harga Rp 11.500 per liter, sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

“Kami serap aspirasi masyarakat tidak hanya dari pemberitaan, tapi kami melihat langsung di lapangan bahwa benar mereka merasa kesulitan dan mengeluhkan mahalnya harga kebutuhan pokok, seperti kedelai, lombok (cabai), daging dan yang paling gaduh adalah minyak goreng,” ujar Ibas dalam keterangannya, Rabu, 9 Maret 2022.

Ibas mengatakan mendapatkan laporan masyarakat soal harga pasaran minyak goreng di Kabupaten Ngawi yang berkisar Rp 30-90 ribu per liter. Hal itu tak lepas dari kelangkaan yang terjadi di pasaran.

Putra kedua Presiden Indonesia keenam, Susilo Bambang Yudhoyono, itu mengatakan akan menyampaikan keluhan masyarakat soal ini ke pemerintah pusat, daerah, dan Kementerian Perdagangan. Ia berharap produsen sawit atau minyak goreng terus meningkatkan produksinya agar kebutuhan dalam negeri dapat tercukupi.

“Kami sebagai wakil rakyat akan terus menyampaikan aspirasi ini ke pemerintah untuk dicarikan solusi cepat dan terbaiknya,” kata dia.

Ibas menjual minyak goreng jenis curah alias tak bermerek. Minyak tersebut dibeli dan dikumpulkan oleh kader Demokrat dari produsen minyak goreng di sekitar Ngawi.

Agar distribusi mereta, setiap masyarakat yang membeli minyak goreng tersebut dibatasi hanya 2 liter. Ibas mengatakan para pembeli minyak goreng murah tersebut rata-rata merupakan pedagang warung makan.

Sebelumnya PSI Bekasi menggelar pasar murah dengan menjual minyak goreng seharga Rp 10 ribu per liter. Video penjualan minyak goreng murah itu viral di media sosial da mendapatkan pertanyaan dari warga net. Mereka mempertanyakan darimana PSI mendapatkan stok minyak goreng tersebut.

Ketua DPD PSI Bekasi, Muhammad Syahril menyatakan mereka memberikan masyarakat subsidi karena membeli minyak goreng itu dengan harga Rp 17-18 ribu per liter dari pedagang di pasar tradisional. [Sumber artikel]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here