Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Maruf Amin (kiri) melantik menteri dan wakil menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/12/2020) lalu.
Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Maruf Amin (kiri) melantik menteri dan wakil menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/12/2020) lalu.

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya Sugiarto membenarkan isu bahwa partainya akan mendapat jatah posisi di Kabinet Indonesia Maju pimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.Bima bahkan menyebut bahwa PAN akan akan mendapat dua posisi, yakni 1 kursi menteri dan 1 kursi wakil menteri (Wamen).

“Informasi yang saya dengar begitu,” kata pria yang juga menjabat sebagai Wali Kota Bogor itu saat dihubungi oleh TribunnewsBogor.com melalui Whatsapp, Jumat (11/3) malam.

Bima menyebut bahwa internal PAN juga sudah sepakat untuk ikut menjadi bagian dari Kabiner Indonesia Maju.”Internal PAN solid dan sepakat menyerahkan pembicaraan soal itu kepada Ketum (Zulkifli Hasan, red). Ketum PAN yang mengomunikasikan dengan Presiden,” ujarnya saat.

Hanya saja saat ditanya siapa kader PAN yang akan mengisi kursi menteri dan wawan di kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin itu, Bima mengatakan dirinya belum ada informasi.Bahkan, dia sedikit menampik ketika disinggung apakah dirinya yang akan mengisi salah satu posisi tersebut.

“Setahu saya enggak ada nama saya. Saya kan masih bertugas di Bogor,” kata Bima.

Dari informasi yang dihimpun, perombakan kabinet akan dilakukan presiden Joko Widodo (Jokowi) pada bulan ini, hari Rabu PON. Beberapa nama yang bukan berasal dari partai politik, kemungkinan akan tergusur.

Sebelumnya, Isu perombakan (reshuffle) kabinet semakin kencang berhembus belakangan ini, seiring semakin dekatnya Hari Rabu Pon di akhir bulan tahun lalu . Seperti kebiasaan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika melakukan reshuffle kerap memilih Hari Rabu Pon dalam kalender Jawa yang sering dikaitkan sebagai hari baik bagi Presiden Jokowi.

Sementara su masuknya PAN ke Kabinet Indonesia Maju pertama kali disuarakan oleh politisi PKB, Luqman Hakim.Ia mengatakan bahwa Presiden Jokowi akan melakukan reshuffle pada akhir Maret 2022.”Kabar-kabar warung kopi infonya akhir Maret ini,” kata PKB Luqman Hakim kepada wartawan, Selasa (8/3) lalu.

Menurut Luqman, berdasarkan informasi yang ia terima, PAN bakal mendapatkan jatah satu kursi menteri dan satu wakil menteri (wamen).”PAN dapat satu menteri plus satu wamen,” ucap Luqman.Namun, Luqman belum bisa memastikan plot kursi menteri yang akan didapat oleh PAN.Ia juga belum mendapatkan informasi lengkap mengenai isu reshuffle ini.”Tapi belum tahu pastinya kapan dan posisinya apa, masih kabar-kabar sih,” ucap Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini.

Adapun Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan membantah kabar bahwa dirinya telah bertemu Presiden Jokowi untuk membahas reshuffle atau perombakan Kabinet Indonesia Maju.”Tidak betul,” ujar Zulhas, sapaan akrab Zulkifli, Senin (7/3) lalu.

Wakil ketua MPR itu menegaskan partainya tidak ikut campur dalam rencana reshuffle kabinet.Ia mengatakan, reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif presiden, bukan menjadi domain PAN.”(Reshuffle) menteri sepenuhnya hak presiden, bukan domain PAN,” kata Zulhas.

PAN sendiri sebelumnya sudah menyatakan diri mendukung pemerintahan Jokowi melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PAN pada 31 Agustus 2021.”Rakernas menyetujui PAN berada di posisi partai koalisi pemerintah dalam rangka perjuangan politik untuk membawa kebaikan dan memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi.

Namun meski sudah menyatakan diri mendukung pemerintahan Jokowi, hingga kini PAN tidak kunjung mendapatkan posisi di Kabinet Indonesia Maju.Zulhas sendiri sempat menyatakan bahwa partainya memutuskan mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo tanpa syarat atau mengharap kursi di Kabinet Indonesia Maju.Ia pun menegaskan, partainya tidak mengajukan nama untuk duduk di kabinet karena perombakan kabinet merupakan hak prerogatif presiden.

“Kami (mendukung) tidak pakai syarat kok. Mendukung, mendukung saja. Soal reshuffle kan urusannya Presiden, bukan urusan kami,” kata Zulkifli dalam wawancara bersama Kompas.com, Senin (6/9) tahun lalu. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here