Ketua DPW PAN Sumbar Indra Dt Rajo Lelo (ANTARA/ Mario Sofia Nasution)
Ketua DPW PAN Sumbar Indra Dt Rajo Lelo (ANTARA/ Mario Sofia Nasution)

Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Barat Indra Dt Rajo Lelo mengkritik pernyataan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas yang menganalogikan suara adzan dengan suara gonggongan anjing sehingga membuat kegaduhan di tengah masyarakat.

Menag Yaqut memancing polemik di tengah masyarakat.Adzan yang sakral di mata umat Islam sebagai panggilan sholat diumpamakan dengan gonggongan anjing,” kata dia di Padang, Jumat.

“Jadi wajar saja kalau publik mengecam pernyataan itu”, kata dia

Wakil Ketua DPRD Sumbar ini pun mengimbau Menteri Agama Yaqut Cholil agar berhati hati dalam berujar dan mengumpamakan sesuatu hal yang bersifat sensitif.

Dalam hal ini dirinya mengingatkan, jangan sampai pernyataan sekelas Menteri Agama malah mengancam kerukunan umat beragama.

Ia menilai pernyataan seperti ini pun sangat beresiko bagi tatanan masyarakat Indonesia khususnya Sumatra Barat dimana Islam menempati bagian inti identitas di kalangan masyarakat Minangkabau.

“Kami pun yakin sikap PAN selaras dengan masyarakat Sumatera Barat. Apalagi kehidupan masyarakat Minangkabau sangat menjunjung tinggi nilai nilai kerukunan umat beragama. Jangan sampai pernyataan ini malah menjadi sumbu konflik horizontal di tengah masyarakat. Kami harap Menag menarik ucapannya dan meminta maaf kepada masyarakat”, tambah Indra.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto juga meminta Menag agar segera meralat pernyataannya.

Seperti diketahui Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan surat edaran mengatur penggunaan toa di masjid dan musala. Yaqut lalu membandingkan aturan tersebut dengan gonggongan anjing.

“Yang paling sederhana lagi, kalau kita hidup dalam satu kompleks, misalnya. Kiri, kanan, depan belakang pelihara anjing semua. Misalnya menggonggong dalam waktu bersamaan, kita ini terganggu nggak? Artinya apa? Suara-suara ini, apa pun suara itu, harus kita atur supaya tidak jadi gangguan. Speaker di musala-masjid silakan dipakai, tetapi tolong diatur agar tidak ada terganggu,” kata dia. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here