Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Bima Arya, menilai pembentukan koalisi antara PAN dengan Golkar dan PPP merupakan langkah strategis dalam menghadapi Pemilu 2024.

“PAN partai Islam modern berada di tengah, PPP bisa dikatakan mewakili banyak sekali unsur Islam tradisional, sedangkan Golkar partai nasionalis. Jadi, ini bahasanya 3 menjadi 1,” ujar Bima Arya, Jumat (13/5/2022).

Bima menerangkan, koalisi Indonesia Bersatu ini sebagai langkah komitmen kerja sama tiga parpol yang mengisyaratkan keseriusan untuk membangun platform, gagasan, serta ide yang akan disepakati bersama dalam perjuangan melanjutkan pembangunan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyat.

“Saat ini fasenya adalah penyamaan platform, gagasan besar tentang kebutuhan seperti apa yang dibutuhkan oleh bangsa kita,” kata dia.

Setelah itu, menentukan kandidat calon pemimpin yang akan diusung pada Pilpres 2024, sesuai dengan kesepakatan bersama.

“Dari situ mengerucut mulai permasalahan, figur pemimpinnya seperti apa, nanti proses ke depan harus sudah bicara. Karena pendaftaran capres itu di bulan Agustus tahun depan, jadi wajar kalo mulai pertengahan tahun ini sudah mulai di persiapkan calon-calon itu,” ucapnya.

Saat ditanya apakah koalisi Indonesia Bersatu ini sudah mengantongi nama-nama yang akan diajukan sebagai calon presiden dan wakil presiden, Bima mengaku tentunya ada di kantong masing-masing ketua umum partai tersebut.

Jangan Ada Lagi Polarisasi

“Ya nama-nama itu tentunya ada di kantong ketum partai, ada di Bang Zul (Zulkifli Hasan), Pak Airlangga, dan Pak Suharso. Saya tidak berani mendahului. Tapi saya kira arahnya akan ke sana,” ungkap Bima.

Bima berharap koalisi ini bisa terus terjalin dengan baik sampai pendaftaran Pilpres 2024. Adanya koalisi ini juga untuk menghindari terjadi pembelahan sosial serta polarisasi seperti Pilpres lalu, yang tidak kunjung sembuh meskipun pemilu sudah usai.

“Yang pasti kita ingin mengawal kontestasi politik di 2024 ini, jauh dari isu sektarian dan jangan sampai ada polarisasi apa lagi head to head. Jadi, saya kira ini langkah yang sangat bagus, ada 3 pasangan bukan 2 pasangan,” pungkasnya. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here