Presiden Jokowi saat mengumumkan pemberian bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng.
Presiden Jokowi saat mengumumkan pemberian bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng.

Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno turut menanggapi soal kebijakan pemerintah terkait pembagian bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng bagi masyarakat.

Menurut Eddy, kebijakan ini merupakan salah satu wujud upaya pemerintah dalam merespons langka dan mahalnya harga minyak goreng yang terjadi belakangan ini.

Nilai BLT tersebut diketahui sebesar Rp 300.000, dengan akumulasi bulan April, Mei, dan Juni 2022.

Yakni dengan hitungan BLT Rp 100.000 untuk tiap bulannya.

“Kami menyambut positif usulan dari pemerintah untuk memberikan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai RP 300.000 bagi para penerima BLT.”

“Ini merupakan salah satu upaya untuk tercapainya peberian bantuan (agar) tepat sasaran kepada mereka yang berhak menerima,” kata Eddy yang dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Sabtu (2/4/2022).

Terkait kebijakan tersebut, Eddy ingin menyampaikan dua hal.

“Dalam hal ini kami meminta dua hal, pertama agar daftar penerima BLT itu harus akurat.”

“Sehingga nanti tidak ada penumpang gelap yang menerima BLT.”

“Kedua kami berharap untuk ke depannya tidak hanya sekedar adanya DMO untuk penjualan minyak goreng dalam negeri tapi juga ada DPO.”

“Dimana produsen CPO menjual kepada produsen minyak goreng dengan harga tertentu dengan harga yang disesuaikan.”

“Sehingga nantinya produksi minyak goreng itu bisa dikontrol dan bisa sesuai dengan harga yang memang layak dijual di pasaran,” jelas Eddy.

Menurut Eddy, DMO dan DPO inilah yang nantinya dapat dijadikan sebagai jalan keluar agar harga minyak goreng dapat terjangkau bagi seluruh masyarakat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan bantuan langsung tunai minyak goreng bagi 20,5 juta keluarga.

Keluarga yang mendapatkan bantuan adalah mereka yang termasuk dalam daftar bantuan pangan non tunai (BPNT) dan program keluarga harapan (PKH).

Selain itu, bantuan tersebut juga akan diberikan kepada 2,5 juta PKL yang berjualan gorengan.

“(Untuk) meringankan beban masyarakat, pemerintah akan memberikan BLT minyak goreng.”

“Bantuan itu akan diberikan kepada 20,5 juta keluarga yang termasuk dalam daftar bantuan pangan non tunai (BPNT) dan program keluarga harapan serta 2,5 juta PKL yang berjualan makanan gorengan,” kata Jokowi, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (1/4/2022).

“Pemerintah akan memberikan bantuan tersebut untuk 3 bulan sekaligus yaitu April Mei dan Juni yang akan dibayarkan dimuka pada bulan April 2002 sebesar Rp300.000,” lanjut Jokowi.

Untuk memperlancar jalannya distribusi BLT tersebut, Jokowi meminta Kementerian Keuangan, Kementerian Sosial dan TNI/Polri untuk saling berkoordinasi melakukan pengawalan dana bantuan tersebut. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here