Presiden Jokowi saat mengenalkan enam anggota baru Kabinet Indonesia Maju, di beranda belakang Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/12/2020).
Presiden Jokowi saat mengenalkan enam anggota baru Kabinet Indonesia Maju, di beranda belakang Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/12/2020).

Isu reshuffle atau perombakan kabinet menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali berhembus.

Kali ini dikabarkan isu reshuffle akan dilakukan pada akhir Maret 2022.

Dimana, Partai Amanat Nasional (PAN) dikabarkan masuk dalam Kabinet Indonesia Maju.

Sesuai kebiasaan Presiden Jokowi sebelumnya, dimana reshuffle kabinet dilakukan pada hari Rabu Pon. Sesuai penanggalan, tanggal 23 Maret 2022 ini merupakan Rabu Pon.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, jika memang akan ada reshuffle kabinet, maka disegerakan.

Pasalnya, ia menyebut, bakal kehilangan momentum jika reshuffle tak dilakukan dalam waktu cepat.

Terlebih, masih banyak pekerjaan rumah para menteri yang harus dikerjakan.

Mengingat, masa jabatan terhitung hanya dua tahun kedepan.

“Kalau memang ada reshuffle, ya reshuffle lah segera sebelum momentumnya hilang. Sisa tahun 2022, 2023, 2024 ya. Ini masih pekerjaan rumah besar buat para menteri, jadi kalau mau ada reshuffle, reshuffle aja,” kata Hendri Satrio saat dihubungi Tribunnews, Kamis (10/3/2022).

Terkait kabar PAN yang akan masuk gerbong koalisi, Hendri memberikan ucapan selamat jika benar kabar tersebut.

Ia pun mendoakan agar PAN bisa sukses setelah masuk kabinet, nantinya.

“Kalau kemudian PAN dapat kursi ya ikut senang buat PAN. Semoga makin sukses partainya,” ucap Hendri Satrio.

Sebelumnya, Wacana reshuffle atau perombakan kabinet kembali mengemuka.

Reshuffle itu disebut untuk mengakomodir Partai Amanat Nasional (PAN) dalam Kabinet Indonesia Maju.

“Kabar-kabar warung kopi infonya akhir Maret ini,” kata Wakil Sekjen DPP PKB Luqman Hakim, kepada wartawan, Selasa (8/3/2022).

Menurut Luqman, berdasarkan informasi yang ia terima, PAN bakal mendapatkan jatah satu kursi menteri dan satu wakil menteri (wamen).

“PAN dapet satu menteri plus satu wamen,” ucap Luqman.

Namun, Luqman belum bisa memastikan plot kursi menteri yang akan didapat oleh PAN.

Luqman juga belum mendapatkan informasi lengkap mengenai isu reshuffle ini.

“Tapi belum tahu pastinya kapan dan posisinya apa, masih kabar-kabar sih,” ucap Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here