Nyoman Aribowo
Nyoman Aribowo

Partai Amanat Nasional (PAN) percaya Muhammadiyah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, bisa melakukan kaderisasi guru untuk menggantikan guru-guru yang meninggalkan lembaga pendidikan organisasi itu karena menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Memang prinsipnya semua pihak selalu menghadapi perubahan. Kesuksesan ditentukan oleh kesiapan menghadapi perubahan. Perubahan ini kenyataan yang tak bisa ditolak. Tinggal bagaimana semaksimal mungkin lembaga seperti Muhammadiyah segera memproses,” kata Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah PAN Jember Nyoman Aribowo.

Sebelumnya, Wakil Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Jember Djoko Purwanto mengeluhkan banyaknya guru yang pindah status menjadi P3K setelah bekerja bertahun-tahun di sekolah yang berafiliasi dengan ormas itu. Otomatis setelah diterima menjadi P3K, 42 guru tersebut pindah mengajar ke sekolah negeri.

Hal ini membuat Muhammadiyah harus kembali melakukan kaderisasi guru berkualitas sejak nol dan itu tidak mudah, karena membutuhkan waktu lama. Muhammadiyah berharap ada kebijakan lokal oleh pemerintah daerah untuk mengatasi persoaaln tersebut, sehingga sekolah-sekolah swasta tidak terdampak dengan adanya rekrutmen guru P3K.

“Saya pikir teman-teman di Muhammadiyah bisa mengambil hikmah, misalkan ini membuka peluang bagi para lulusan (perguruan tinggi Muhammadiyah) yang belum punya kesempatan (bekerja) karena ada tenaga yang sebelumnya, sekarang bisa punya kesempatan,” kata Nyoman.

“Muhammadiyah kan juga organisasi yang melakukan kaderisasi cukup lama. Jadi mereka juga sangat efektif melahirkan guru-guru. Ini sudah jadi spesialisasi Muhammadiyah. Memang pada awal-awal perlu penyesuaian dan upaya keras, mungkin ada kekagetan, itu wajar. Tapi saya yakin Muhammadiyah cukup berpengalaman, walau memang perlu waktu,” kata Nyoman.

Nyoman mendukung komunikasi dengan Bupati Hendy Siswanto untuk mengatasi persoalan tersebut. “Meskipun tidak dalam porsi maksimal, tapi bisa mengurangi risiko yang dihadapi teman-teman (lembaga pendidikan) Muhammadiyah saat ini,” katanya. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here