Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan/RMOLLampung
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan/RMOLLampung

Sikap Presiden Joko Widodo yang memastikan Pemilu 2024 digelar sesuai kesepakatan, yakni tanggal 14 Februari nampaknya berpengaruh besar pada sikap para pengusul penundaan gelaran pemilu. Salah satunya, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.

Politisi yang karib disapa Zulhas ini, kini secara terbuka menyatakan penundaan pemilu tidak mungkin terealisasi. Ia juga menyebut, pernyataan itu hanyalah statemen politik.

“Dalam politik biasa saja, itu namanya komunikasi politik, tapi dalam realisasi pilpres ada peraturan dalam UUD, jadi itu tidak ada dan gak mungkin,” kata Zulhas saat melakukan kunjungan ke Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung, Selasa (12/4).

Dengan adanya pernyataan Presiden Jokowi, Wakil Ketua MPR RI ini mengatakan, masyarakat tidak perlu lagi meributkan penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan jabatan presiden karena tidak mungkin terwujud.

“Jadi kalau kita ribut masalah tiga periode, itu barangnya tidak ada. Tapi kalau mau ramai-ramai di Jakarta atau di sini, ya boleh boleh aja,” katanya seperti diberitakan Kantor Berita RMOLLampung (jaringan Radar Sukabumi).

Lanjutnya, PAN tidak bisa menolak atau mendukung wacana penundaan Pemilu 2024 karena tidak ada konstitusi yang mengaturnya.

Menurutnya, perpanjangan masa jabatan pun boleh saja, asal konstitusinya sudah diubah. Namun, saat ini, masih mustahil karena setiap partai sudah memiliki calon masing-masing untuk Pilpres 2024.

“Saya mantan ketua MPR tidak sembarang saya berbicara. Lagipula, PDIP punya capres, Golkar punya capres, semua punya capres, yang belum punya capres saya aja, PAN,” pungkasnya. [Sumber berita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here